BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Info Kampus

MM Telkom University Beri Solusi Hadapi Tantangan Industri 4.0

"Solusinya banyak sekali, salah satunya adalah talent development," ujar Tricahyono.

Oleh: Astri Agustina 9 Mei 2019 15:38
MM Telkom University

Merdeka.com, Bandung - Menghadapi tantangan industri 4.0 dan higher education 4.0, Magister Manajemen Telkom University (MM Tel-U) memberikan solusi untuk menghadapi hal tersebut. Salah satunya adalah mempersiapkan digital business leaders.

Dekan fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dodie Tricahyono mengatakan, dalam menghadapi tantangan tersebut, perusahaan sebaiknya fokus, untuk jangka panjang sehingga memiliki revenue dan profit yang jauh lebih baik, dibandingkan perusahaan yang hanya fokus pada jangka pendek.

"Solusinya banyak sekali, salah satunya adalah talent development," ujar Tricahyono dari berita tertulis yang diterima Merdeka Bandung, Rabu (8/5).

Kata dia, Talent development adalah salah satu keputusan investasi jangka panjang perusahaan yang vital bagi perusahaan.

Untuk itu, dalam rangka menggali kebutuhan industri itu, maka Prodi MM Telkom University mengadakan Seminar Digital DNA 2019 dengan tajuk ‘How Digital Talent Facing Industry 4.0?’ bersama para pakar industri.

Hadir dalam seminar tersebut pakar industri yakni, Director of Digital Airport PT Angkasa Pura II Jose Rizal, Direktur Teknologi dan Informasi Bank Rakyat Indonesia Indra Utoyo, Deputy Head of Human Capital BTPN Pratomo Soeryandono, dan Chief Officer Growth Ayopop Ahmad Alkatiri sekaligus sebagai alumni Prodi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (2008).

Dalam kegiatan tersebut dibahas tentang ‘How to Facing Digital Talent 4.0?’ secara riil di perusahaan masing-masing dan memberikan arahan kapabilitas digital talent yang diminta industri saat ini dan dalam jangka panjang.

Di digital DNA 2019, pemateri menekankan Digital transformation Its not about technology tapi bagaimana mempunyai talent digital yang bisa membuat consumer happy dan menjadi bisnis lebih cepat dan efisien plus strategi untuk transformasi organisasi.

"Kebutuhan talent digital tidak bisa dari outsourcing harus dari dalam (insourcing) supaya paham dan sesuai dengan bisnisnya perusahaan. Setiap elemen perusahaan harus bertujuan pertumbuhan. Hal ini yang menjadi tantangan dalam perkembangan teknologi digital," papar Tricahyono.

Oleh karena itu, MM Telkom University menemukan solusi bagi perusahaan untuk hal ini. Kurikulum MM Telkom university dirancang untuk menjawab tantangan era disrupsi digital. Melalui kurikulum ini, MM Telkom University mempersiapkan pemimpin-pemimpin bisnis digital.

Beberapa konsentrasi yang diunggulkan adalah Digital Marketing, Financial Technology, Digital Strategy, Digipreneur, Digital Talent Management, Corporate Finance, dan Digital Service Management.

Selanjutnya, ia berharap dengan rutinnya acara engagement dengan industri seperti ini akan mewujudkan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan kualitas digital talent di industri.

 

(es/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG