BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Kesehatan

Pemprov Jabar Berkomitmen Turunkan Angka Stunting

"Kami membuka peluang sebesar-besarnya akan kemitraan dengan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Pusat".

Oleh: Astri Agustina 15 November 2019 17:09
Connie Ang

Merdeka.com, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Danone Indonesia untuk mencegah stunting di Jawa Barat. Kerjasama ini dimulai melalui pelatihan tenaga kesehatan, edukasi nutrisi, hidrasi, dan perilaku hidup bersih sehat, hingga bantuan akses nutrisi kepada anak di atas satu tahun.

Istilah stunting sendiri kini sudah tidak asing lagi. Kondisi terganggunya aspek fisik dan kognitif anak secara permanen yang disebabkan oleh malnutrisi kronis ini membawa berbagai dampak kesehatan maupun perekonomian yang negatif di masa depan.

Program pencegahan stunting akan dilaksanakan pada 14 kabupaten atau kota prioritas pencegahan stunting dan memberikan manfaat kepada sekitar satu juta masyarakat sampai dengan tahun 2023.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, mimpi untuk Indonesia Maju dapat terwujud dengan kerjasama lintas sektor. Tepat satu tahun setelah Deklarasi Pencegahan Stunting Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihaknya kembali menunjukkan komitmen untuk menurunkan angka stunting di Jawa Barat untuk mencapai zero new stunting pada 2023.

"Kami membuka peluang sebesar-besarnya akan kemitraan dengan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Pusat, Dinas Kesehatan, akademisi, tenaga ahli, hingga dunia usaha untuk membantu kami dengan pendekatan nutrisi, sanitasi, dan edukasi,” kata pria yang akrab disapa Emil itu.

Dampak permanen dari kondisi stunting dapat menghambat visi pemerintah Indonesia dalam memajukan kualitas sumber daya manusia. Hal ini disebabkan karena anak stunting beresiko lebih tinggi memiliki penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, dan lainnya di masa depan.

Selain itu, anak stunting berpenghasilan 20 persen lebih rendah dari anak yang tumbuh optimal, dan berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga dua sampai tiga persen atau setara dengan sekitar 400 Trilyun Rupiah.

Untuk menghindari dampak tersebut, kegiatan pencegahan yang dilakukan lintas sektor merupakan hal yang paling efektif untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia.

Program pencegahan stunting yang efektif harus mencakup Intervensi Gizi Spesifik (faktor nutrisi) dan Intervensi Gizi Sensitif (faktor lingkungan), dimana keduanya harus berjalan secara bersamaan dan konsisten.

Danone Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman bernutrisi merupakan pelopor inisiatif pencegahan stunting terpadu dan berkelanjutan melalui program-program unggulan dan kegiatan edukasinya.

"Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi pada Generasi Maju Indonesia, salah satunya dalam hal pencegahan stunting," kata Connie Ang, Presiden Direktur Danone Specialized Nutrition Indonesia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk pertama kalinya di Jawa Barat, pihaknya menggabungkan seluruh kegiatan terkait nutrisi, edukasi, dan sanitasi yang sudah saling terintegrasi di satu daerah. Dengan integrasi ini, program dapat dilakukan secara berdampingan, menyasar target yang sama dalam waktu yang bersamaan, dan diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik kepada masyarakat.

"Kerjasama ini juga sebagai kelanjutan dari dukungan kami kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Deklarasi Pencegahan Stunting tahun lalu,” imbuh dia.

Dalam penandatanganan perjanjian kerjasama 'Bersama Danone Cegah Stunting', disepakati bahwa beberapa program terpadu yang akan direalisasikan antara lain, peningkatan kemandirian dan kemampuan tenaga kesehatan dan kader untuk mengevaluasi status gizi balita dan menangani anak terindikasi stunting secara cepat dan seksama melalui program Aksi Cegah Stunting.

Kemudian, ssialisasi dan edukasi gizi seimbang Isi Piringku dan hidrasi sehat Ayo Minum Air (AMIR), edukasi nutrisi dan stimulasi serta dukungan 33.000 akses nutrisi pertumbuhan yang dikumpulkan dari pledge berbagai lapisan masyarakat untuk sekitar 8.000 anak. Hal ini juga menandai puncak dari gerakan sosial Aksi Nutrisi Generasi Maju oleh SGM Eksplor yang telah berjalan sejak awal tahun 2019.

Selanjutnya adalah pmbangunan sarana prasarana air bersih dan sanitasi, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih Sehat melalui WASH (Water and Sanitation Hygiene), dan edukasi pilah sampah Bijak Berplastik.

Sampai dengan tahun 2023, inisiatif terpadu dan berkelanjutan tersebut akan diadakan di 14 kabupaten atau kota prioritas pencegahan stunting Jawa Barat dan diharapkan untuk mendukung kondisi kesehatan anak-anak.

Sebagai permulaan, kegiatan 'Bersama Danone Cegah Stunting' akan dimulai di Desa Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu, 13 November 2019 dan dihadiri oleh sekitar 2.000 masyarakat.

 

(es/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG