BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Ekonomi

Perkumpulan Bumi Alumni Luncurkan Merek Kolektif Lupba

"UMKM saatnya tidak bermain di pinggiran. Kita akan mendobrak kelas menengah atas serta anak milenial".

Oleh: Endang Saputra 22 Februari 2021 09:49
Dr Ary Zulfikar

Merdeka.com, Bandung - Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) Unpad meluncurkan brand 'Lupba' yang merupakan merek kolektif produk UMKM alumni Unpad, Bandung, Jawa Barat.

Acara peluncuran berlangsung di sela acara peluncuran buku Hukum Bisnis, Keuangan Negara dan Pasar Modal karya Dr Ary Zulfikar, SH, MH yang juga PBA di Hotel Universal, Bandung, Sabtu (20/2). Acara ini sekaligus perayaan HUT Ary yang akrab disapa Kang Azoo yang ke-50 tersebut.

Acara ini diantaranya dihadiri Lina Marlina, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, serta Prof Dr Eddy Damian.

"Merek kolektif sebetulnya undang-undangnya sudah lama ada, tapi belum ada yang sukses menjalankannya karena sulit mengumpulkan beberapa brand pelaku UMKM dalam satu bendera yang sama," kata Ary.

Lupba, jelas Ary, adalah plesetan dari kata lupa. "Ketika kita masuk supermarket, cari produk kripik misalnya. Pas ditanya kripik apa? Kita jawab lupa (Lupba)," jelas Ary dalan keterangan persnya.

Sementara itu, penggagas merek Lupba yang juga Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga PBA Dewi Tenty Septi Artiany mengatakan penggunaan merek kolektif sudah lazim di luar negeri. Menurutnya Penggunaan merek secara bersama bisa memecahkan masalah kuota dan kontinuitas produksi.

"Dengan bergabung bisa saling backup. Kuota produksi kadang tidak bisa memenuhi permintaan karena main sendiri-sendiri," kata Dewi.

Saat ini produk UMKM yang bergabung dengan merek kolektif Lupba adalah kopi, bawang merah goreng, kripik pisang, kripik dari gedebok pisang, dan pupuk organik cair.

Salah satu produk yang dijajaki adalah makanan olahan berbahan pisang kepok dari Cianjur. Bukan hanya pisangnya saja yang dibuat keripik, tapi juga batang pisang bisa diolah menjadi keripik sementara kulit pisangnya digunakan untuk pupuk organik cair.

"UMKM saatnya tidak bermain di pinggiran. Kita akan mendobrak kelas menengah atas serta anak milenial," katanya.

(es/es)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG