BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Lalu Lintas

Rekayasa Lalin Kawasan Sukajadi Diujicoba Pekan Depan

"Kita juga mempertimbangkan masyarakat, para pelajar dan mahasiswa yang menggunakan angkot".

Oleh: Dian Rosadi 5 Juli 2019 18:05
Ilustrasi Rekayasa Lalin

Merdeka.com, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung akan mengujicobakan rencana rekayasa lalu lintas di Kawasan Sukajadi pada pekan depan. Ujicoba ini dilakukan melihat dampak dari simulasi rekayasa yang direncanakan.

Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dishub Kota Bandung, Sultoni menuturkan rekayasa lalin ini melibatkan banyak jalan yang akan diubah arusnya. Ujicoba akan dilakukan selama sepekan yang dilanjutkan dengan evaluasi.

"Rekayasa mulai 11 Juli hingga 18 Juli. Setelah itu dievaluasi. Kalau melihat simulasi kemungkinan bisa dilaksanakan. Hanya saja mungkin ada perlu penyempurnan karena tidak bisa sekali uji coba langsung jadi," kata Sultoni, Jumat (5/7).

Ia menuturkan sesuai dengan rencana sebelumnya Jalan Sukajadi akan menjadi satu arah dari Jalan Pasteur ke Jalan Setiabudi. Kemudian perubahan besar lainnya yakni arus Jalan Cipaganti yang dibalik arahnya menjadi dari Jalan Setiabudi menuju ke Pasteur dengan tetap dipertahankan satu arah.

Perubahan arus juga berlaku mulai dari simpang Jalan Eykman menuju Jalan Sukajadi hingga Jalan Setiabudi dibuat satu arah. Kemudian Jalan Sukawangi kini tidak bisa lagi lurus untuk masuk ke Jalan Sutami. Jalan tersebut akan diarahkan untuk belok kanan menuju Jalan Sukajadi. Apabila kendaraan dari Jalan Sukawangi akan menuju Jalan Sutami harus masuk melalui Jalan Karang Sari-Sukajadi. Di Jalan Bungur dari arah bawah mengarah ke Jalan Sutami juga dibuat satu arah mulai dari simpang Jalan Sukajadi-Bungur sampai dengan Bungur-Dr Sutami. Kendaraan dari arah timur Jalan Dr Sutami tidak bisa belok kiri dan harus lurus ke Jalan Dr Sutami.

Sementara di Jalan Setia Budi dari arah utara mulai dari simpang Setiabudi-Sukajadi sampai dengan Setiabudi-Cipaganti dibuat satu arah. Jalur Cipaganti juga direkayasa, dari asalnya kendaraan dari arah bawah hendak ke Setiabudi bisa melalui jalur tersebut ke depan tidak bisa. Pasalnya jalur tersebut dibuat satu arah.

Selain persiapan fasilitas dan rambu yang disesuaikan pihaknya juga berkoordinasi dengan dari para pengelola transportasi umum agar siap menyesuaikan rute baru melalui kawasan Jalan Sukajadi dan Jalan Cipaganti. Setidaknya terdapat 11 transportasi umum yang melalui dua ruas jalan utama tersebut.

Sejumlah trayek angkot tersebut di antaranya Abdul Muis-Ledeng, Cicaheum-Ledeng, Cicaheum-Ciroyom, Margahayu Raya-Ledeng, Sederhana-Cipagalo, Cibaduyut-Karang Setra, St. Hall -Ciumbuleuit via Eyckman, kemudian St. Hall-Ciumbuleit via Cihampelas, selanjutnya Ciroyom-Sarijadi via Sukajadi, kemudian Ciroyom-Sarijadi via Setrasari Mall, serta terdapat Damri jurusan Leuwi Panjang-Ledeng.

"Kita juga mempertimbangkan masyarakat, para pelajar dan mahasiswa yang menggunakan angkot. Koperasi angkutan umum kita sudah koordinasikan mereka siap menyesuaikan rutenya. Damri juga sudah rapat koordinasi dan siap mendukung dan siap mengalihkan rutenya," tuturnya.

Tak hanya itu, Sultoni juga memaparkan, rekayasa kawasan Sukajadi juga berdampak terhadap lokasi parkir. Sejumlah tempat parkir resmi keberadaannya bakal turut dievaluasi, sedangkan area parkir liar akan ditertibkan.

"Parkir akan kita benahi dan sesuaikan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo menyatakan, rekayasa jalan di kawasan Sukajadi ini merupakan langkah tepat untuk saat ini.

"Kendala pasti ada, yang menolak itu biasanya yang kepentingan pribadinya tidak terakomodir. Tapi prinsipnya rekayasa ini untuk kepentingan masyarakat," ucap Bayu.

Bayu memastikan Polrestabes Bandung beserta Dishub akan memaksimalkan rencana rekayasa kawasan Sukajadi secara detail. Selain pemasangan rambu, sejumlah petugas khusus juga akan ditempatkan di beberapa titik rawan yang mengalami perubahan.

"Kita juga akan menempatkan sejumlah personil di titik-titik rawan kemacetan,"katanya.

(es/dr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG