BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Bisnis

Telecommunication & Media Institute Jadi Wadah Lahirnya Talenta Unggulan

"Salah satu wujudnya adalah mendirikan BUMN Center of Excellence yang terdiri dari learning institute dan research institute".

Oleh: Astri Agustina 8 Januari 2021 13:04
Telecommunication & Media Institute

Merdeka.com, Bandung - Telecommunication & Media Institute (TMI) yang akan menjadi wadah untuk lahirnya talenta unggulan baru saja diresmikan. TMI hadir dari hasil sinergi antara empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Telecommunication & Media Institute (TMI) terdiri dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Perum Produksi Film Negara (PFN), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan PT Danareksa. Selain TMI, secara keseluruhan ada 12 kluster yang didirikan Kementerian BUMN.

Deputi Bidang SDM & Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni mengatakan, BUMN harus terus mengembangkan proses pembelajaran dan inovasi di perusahaannya guna menghadapi tantangan zaman yang kian menantang.

"Salah satu wujudnya adalah mendirikan BUMN Center of Excellence yang terdiri dari learning institute dan research institute. Keduanya diwajibkan berdiri permanen baik di setiap BUMN maupun klaster sinergi antar BUMN, sehingga bukan sekedar formalitas," terang Alex dari berita tertulis diterima Merdeka Bandung.

Telkom kini berkembang dari telekomunikasi menjadi digital telco terbesar di tanah air, PFN dari produksi konten (film) menjadi pendukung (enabler) produksi konten kreatif dan film melalui IPR Repository, inkubasi bisnis dan sertifikasi profesi di tingkat nasional dan internasional.

Danareksa kini tak hanya transaksi di pasar modal tapi juga sudah menerapkan interkoneksi switching perbankan yang merupakan transformasi baru yang harus dikelola untuk memajukan ekonomi bangsa dan negara.

Demikian pula PPA yang tidak lagi terbatas mengelola asset ex BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), tetapi juga asset BUMN serta berkewajiban mengkaji restrukturisasi atau revitalisasi BUMN serta melakukan kegiatan investasi.

"Akselerasi transformasi di BUMN saat menjadi sangat penting disebabkan adanya perubahan yang demikian tinggi dan kompetisi bisnis. Karena itu, dalam Rapim yang dipimpin Pak Menteri BUMN dan seluruh pimpinan, memutuskan BUMN harus punya learning institute dan riset institute yg dedicated," papar dia.

Secara umum ada tiga misi dari TMI, yaitu mempercepat transformasi operasional dan ekosistem bisnis melalui kolaborasi bisnis yang memadai, mempercepat penggunaan teknologi digital secara efektif ke dalam bisnis dengan tepat waktu guna menghasilkan nilai tambah signifikan, serta meningkatkan talenta digital yang bekerja dan terlibat di BUMN.

Dari sinergi keempat BUMN tersebut, diproyeksikan akan tercipta IT B2B Solution Schools & Labs, Content Creation School & Lab, Business Restructuring School & Lab, Stock Market School & Lab, Digital School & Lab, dan Communication School & Lab.

Alex melanjutkan, kehadiran BUMN Center of Excellence seperti TMI diprioritaskan untuk melahirkan world class leader dan talenta unggul. Selain itu, akan ada percepatan praktek manajemen standar global, perluasan kapabilitas digital, serta membangun teknologi spesifik yang dibutuhkan sebuah BUMN agar tetap relevan seiring perkembangan zaman.

"Diharapkan, dari learning center tersebut akan lahir sikap active learning yang cepat membangun inovasi baru. Sementara dari reseach learning akan melahirkan inovasi-inovasi termasuk model bisnis baru yang sesuai tuntutan masyarakat," jelaa Alex.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan, TMI merupakan wujud kontribusi Telkom dalam mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Melalui riset, inovasi, dan pembelajaran yang dilakukan secara terpadu, TMI berkontribusi kepada pengembangan ekosistem digital yang kuat serta talenta digital berstandar internasional.

“Ini merupakan pekerjaan kita bersama yang kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama untuk TMI, seperti akademisi atau universitas, bisnis (BUMN), komunitas, pemerintah, dan penyedia teknologi," jelas Ririek.

"Bersama-sama kita dapat memperoleh manfaat dari pengembangan inovasi yang dihasilkan, meningkatkan daya saing dan mendorong kinerja perusahaan serta meletakkan fondasi yang kuat dan menjadi penggerak kemandirian teknologi serta pusat inovasi bangsa dalam menjawab tantangan ekonomi digital demi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” sambungnya.

(es/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG