BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG
Info Kesehatan

Wanita hamil jangan sepelekan berat badan naik tiba-tiba

Banyak ibu hamil tak menyadari. Cara mencegahnya adalah dengan pemeriksaan ibu hamil secara rutin.

Oleh: Iman Herdiana 23 Oktober 2016 05:59

Merdeka.com, Bandung - Wanita hamil sering menghadapi masalah berat badan yang naik tiba-tiba. Berat badan yang melonjak menjadi faktor risiko penyakit preeklampsi-eklampsi atau penyakit kehamilan disertai kejang.

Dr Yudi M Hidayat SpOG (K) mengatakan, berat badan ibu hamil bisa disebut ekstrem jika dihitung di luar berat badan bayi. Misalnya, jika ibu hamil mengalami peningkatan berat badan dua kilogram dalam setiap minggunya maka perlu dicurigai preeklampsi.

Penyakit preeklampsi biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah tinggi, pusing-pusing, stroke hingga kejang-kejang yang disebut eklampsi. Di Indonesia, preeklampsi-eklampsi menjadi salah satu dari tiga penyakit penyebab kematian ibu dan anak. Dua penyakit lainnya adalah pendarahan dan infeksi.

Khusus mengenai preeklampsi-eklampsi, kata dr Yudi yang juga Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi (POGI) Jawa Barat, sejauh ini belum diketahui penyebabnya. “Makanya preeklampsi-eklampsi disebut the disease of theory, artinya penyakit yang masih berupa teori-teori saja, belum ada penjelasannya,” terang Yudi, saat berbincang dengan Merdeka Bandung baru-baru ini.

Menurutnya, eklapmsi berasal dari bahasa Latin yakni berarti “kilat”. Artinya, dari preeklampsi menjadi eklampsi kejadiannya sangat cepat seperti kilat.

“Dan itu susah dicegah dari preeklapmsi ke eklampsi kalau tidak terdeteksi dari awal,” terang dokter RSHS yang juga pengajar di FK Unpad.

Di Indonesia penyakit ini diperkirakan cukup tinggi dengan prevalensi 100 kehamilan normal sekitar 12 persennya preeklampsi. Jumlah persalinan di RSHS sendiri sekitar 300 sebulan. Dari jumlah tersebut enam sampai tujuh orang prerklampsi-eklampsi.

Kendati penyakit ini disebut the disease of theory, tetapi bisa dicegah dengan cara pemeriksaan rutin. “Pemeriksaan kesehatan ibu hami penting untuk mengontrol kesehatan, termasuk deteksi preeklampsi,” katanya.

Penting juga mengenal faktor risiko preeklampsi seperti berat badan naik drastis, adanya penyakit darah tinggi (hipertensi), nikah terlalu muda atau terlalu tua, stroke.

“Di Indonesia masih banyak yang hamil terlalu muda sehingga sering penyakit seperti itu, secara psikis belum siap dan sebagainya, atau hamil terlalu tua. Keduanya ada di Indonesia, di luar negeri kan tidak begitu,” ujarnya.

Dengan pemeriksaan rutin, penyakit preeklampsi bisa dideteksi dari awal. Sehingga pengobatan bisa dilakukan agar tidak sampai menjadi eklampsi yang berakibat buruk bagi ibu hamil.

(mh/ih)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG