BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. PROFIL
Wirausahawan

Kecintaannya pada musik buat pria muda ini dipercaya sebagai direktur

Ia harus melakukan perubahan untuk mengikuti perkembangan bisnis terkini.

Oleh: Astri Agustina 11 Desember 2015 12:40
Mohamad Nayaka Untara

Merdeka.com, Bandung - Usia muda tak menjadi hambatan bagi Mohamad Nayaka Untara menjabat sebagai Direktur Operasional Radio Mara FM. Kecintaannya terhadap musik membuat ia berani mengambil tawaran tersebut sejak 2009 lalu.

"Kebetulan sejak kecil saya memang sudah ada di Radio Mara. Lalu pada 2009 ayah saya mengambil alih radio dan beliau memberi kepercayaan kepada saya menjadi direktur operasional. Jadi saya optimis bisa mempertahankan radio ini," ujar pria yang akrab disapa Naya.  

Sebagai direktur operasional, Naya memiliki segudang pekerjaan untuk menjadikan Mara sebagai radio yang tetap ada dihati pendengarnya. Meskipun industri radio profesional kini sedang mengalami kondisi sulit. Ia harus melakukan perubahan untuk mengikuti perkembangan bisnis terkini.

"Saya sih perlahan tetapi pasti. Agar Radio Mara yang sudah berjalan 47 tahun ini tetap ada. Saya menjadikannya berfungsi selayak media bisa memberikan informasi dan tetap menghibur. Tentu bukan hal mudah mempertahankan radio yang sudah lama berlangsung ini, saya banyak sekali mendapat kesulitan," jelas bapak dari tiga anak ini.

Setelah hampir enam tahun menjabat, Naya sudah berhasil membawa Radio Mara sebagai radio nomor satu dengan segmentasi dewasa muda di Bandung.

Sementara itu, kesibukannya sebagai pemimpin sebuah perusahaan tak membuat Naya kehilangan waktu untuk melakukan kegiatan lainnya. Ia tetap bisa menjalankan hobinya di dunia musik dengan membentuk band bersama aktor Randy Pangalila.

Tak hanya itu, belum lama ini ia juga mencoba peruntungan menjadi seorang produser Film Tjokroaminoto. Dari situ, ia merasa ketagihan untuk kembali menjalani profesi sebagai produser film.

"Sebenarnya karena saya masih keturunan dari Tjokroaminoto jadi bersama keluarga besar sepakat membuat film tersebut dengan tujuan masyarakat bisa mengetahui siapa itu Tjokroaminoto," jelas dia.

Tak hanya itu, pria kelahiran Bandung, 25 April 1982 itu kini juga dipercaya sebagai direktur operasional Butterfield Kitchen. Kesibukan yang dimiliki Naya nyatanya tak pernah membuat ia kehilangan waktu bersama keluarga.

Baginya, keluarga adalah yang utama. Meski sibuk, Naya tak ingin kehilangan waktu bersama keluarga. Bahkan ia bersama sang istri, Meirani Utami Dewi sepakat untuk menambah momongan di tahun depan.

(ff/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG