BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. PROFIL
Inspiratif

Rani, model yang mau terjun sebagai volunteer di lapas

Saat di lapas ia kerap memberikan berbagai pelatihan.

Oleh: Astri Agustina 14 Desember 2015 12:34
Rani sebagai sukarelawan

Merdeka.com, Bandung - Secara fisik, terbilang sempurna. Putih, tinggi, dan cantik. Semua wanita dijamin sirik dengan fisiknya, dan pria pun akan terkesima olehnya. Tak hanya itu, ia juga pintar dan berjiwa sosial tinggi.

Perempuan cantik itu adalah Meirani Utami Dewi. Ia tengah sibuk menggeluti profesi sebagai model, menyelesaikan program studi pasca sarjana, juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Parasnya yang rupawan tak pernah membuatnya tinggi hati. Ia justru dikenal berkepribadian sederhana.

Belakangan, perempuan berhijab itu tengah sibuk sebagai volunteer untuk acara di lembaga pemasyarakatan (lapas). Saat di lapas ia kerap memberikan berbagai pelatihan. Kegiatan sosial itu intens dilakukan sejak kedua anaknya sudah mulai besar.

"Baru dua tahun ini intens dengan kegiatan sosial. Kalau dulu susah karena anak masih pada kecil. Sekarang sudah mulai besar jadi bisa sedikit sibuk dengan kegiatan sosial," ujar perempuan kelahiran Cirebon, 11 Mei 1983 itu kepada Merdeka.com, Senin (30/11) lalu.

Dalam kariernya sebagai model berhijab, Rani sempat pergi ke Maroko menjalani sesi foto untuk sebuah buku fesyen dari seorang desainer ternama. Sementara untuk kegiatan sosial, ia bersama saudara sempat membuat kelompok belajar yakni Sakola Alit.

"Aku dulu sama sepupu buat kelompok belajar namanya Sakola Alit di bandung. Seminggu sekali belajarnya, aku tujukan untuk tetangga. Mereka yang tinggal di belakang komplek, mau itu anak buruh cuci atau pembantu yang ikut. Sepupu aku sekarang pindah ke Jakarta jadi kita belum jalan lagi," jelasnya.

Di samping melakukan kegiatan sosial, ia juga kini tengah sibuk menjadi Marketing Communication Butterfield Kitchen. Sebuah tempat makan di bilangan Dipatiukur yang juga merupakan tempat usaha milik keluarganya.

"Aku suka dengan kegiatan yang berkaitan dengan serving people. Makanya di Butterfield Kitchen ini aku ambil peran sebagai marcomm. Bagiku bisa bertemu dengan orang baru dan "men-service" orang lain adalah hal menyenangkan," tutupnya.

(mh/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG