BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. PROFIL
Tokoh Muda

Selain hobi die cast jadi investasi jangka panjang

Indonesia adalah pasar terbesar die cast dengan merk Hotweels buatan Amerika. Sementara negara penciptanya hanya berada di urutan kedua.

Oleh: Pangeran Aditya Prakasa 16 Januari 2016 13:23
kolektor die cast, Edit Lesmana

Merdeka.com, Bandung - Meskipun hanya mainan namun miniatur mobil atau yang disebut die cast kini bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.‎ Hal itu dijalani oleh Edit Lesmana sebagai kolektor, penjual, bahkan sebagai ahli modifikasi die cast.

Hobi yang bisa dijalani dari mulai anak-anak sampai orang dewasa ini telah dilakoninya sejak Edit masih kecil. Kegemarannya mengumpulkan die cast dengan berbagai macam merk menjadi profesi yang cukup menguntungkan ‎baginya.

‎Menurut Edit harga satu die cast yang dibelinya dari mulai Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, bisa dijual hingga mencapai ratusan bahkan jutaan rupiah. Namun untuk bisa menjual dengan harga mahal, die cast yang dijual tergantung dari tahun pembuatan dan limited edition.

"Saya senang ngumpulin sejak kecil, tapi seiringnya waktu die cast sekarang jadi investasi. Beli dengan harga 25 ribu, setelah satu atau dua bulan kalau die cast itu gak diproduksi lagi, harganya bisa jadi 100 ribu lebih‎," kata Edit kepada Merdeka Bandung, Jumat (15/1).

Pemilik toko die cast yang bernama Hell's Garage di Pasar Barang Antik Cikapundung, Kota Bandung ini mengatakan, Indonesia adalah pasar terbesar die cast dengan merk Hotweels buatan Amerika. Sementara negara penciptanya hanya berada di urutan kedua.

"Pabrik Hotweels ada di Malaysia, karena Indonesia pasar terbesar di dunia, jadi kalau ada hot item pasti dijual pertama di Indonesia," ujar Edit.‎

‎Kini Edit menerima jasa untuk memodifikasi bahkan menciptakan replika die cast untuk limited edition. Beberapa konsumen langganannya, menginginkan die cast dengan produksi terbatas.

"Banyak konsumen yang bikin mobil bentuk seperti aslinya ‎tapi untuk dilelang atau charity. Kalau lagi expo atau pameran, 10 mobil itu dilelang harganya bisa sampai 50 juta. Karena itu limited edition, dan kolektor yang nawar harga kan suka adu gengsi," ucap Edit.

Namun menurutnya, harga tersebut bukan membuat rugi sang pembeli. Die cast dijual secara lelang itu bisa mendapatkan untuk lebih besar. "Kalau beli lelang, selain limited edition orang-orang juga jadi tahu modal si pembeli itu. Jadi si pembeli itu bisa jual dengan harga yang lebih tinggi," jelas Edit.‎

‎Oleh karenanya, Edit pun yakin apabila bisnis menguntungkan yang dijalaninya itu memiliki umur yang cukup panjang. Sebab menurutnya, kolektor baru pun kini mulai bermunculan hingga pasar die cast masih tetap menjanjikan.

‎"Kalau menurut saya bisnis ini masih panjang umurnya, bibit-bibit kolektor baru masih banyak. Malah sekarang bisa dibilang lagi hot-hotnya, kalau dulu gak gila-gila amat. Malah gara-gara die cast, sekarang Indonesia bikin SNI (Standar Nasional Indonesia) sendiri buat semua mainan," katanya.

(ff/pap)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG