BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. PROFIL
Seniman

Ungkapkan kejujuran, gerakan tari mengajarkan makna hidup

Bagi Lena, tari adalah kejujuran jiwa.

Oleh: Astri Agustina 15 Januari 2016 13:03
Lena Guslina

Merdeka.com, Bandung - Lewat tari, Lena Guslina mengaku bisa mengungkapkan semua kejujuran yang meresahkan di dalam hatinya. Tak heran jika saat kondisi resah ia memilih menari untuk meluapkannya.

Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), wanita berusia 38 tahun ini sudah mencintai dunia tari. Dulu ia aktif belajar secara otodidak mengenai tari modern. Nyatanya bakat tari memang sudah nampak sejak kecil.

Mendukung hobinya itu, orangtua Lena mendaftarkannya ke sanggar tari Oni Martasuta saat masuk SMP. Dari situ perempuan berambut panjang ini belajar tari tradisional. Beragam tarian daerah dikuasainya hingga ia dipercaya untuk mengajar.

"Setahun belajar saya dipercaya menjadi pengajar. Saat itu saya masih SMP dan dipercaya mengajar untuk anak SMA di dua sekolah. Senang sekali tentunya," ujar Lena kepada Merdeka Bandung, Jumat (15/1).

Dari mengajar tersebut menjadi awal kepercayaan diri Lena untuk mengiprahkan kariernya didunia olah tubuh tersebut. Ibu dari dua anak itu langsung memperdalam ilmunya dengan mengenyam pendidikan seni tari di Sekolah Tinggi Ilmu Seni (STSI sekarang menjadi ISBI).

"Kuliah awal saya rajin ikutan festival tari kontemporer yang memang saya perdalam. Banyak sekali mendapat ilmu sampai akhirnya saya mendapat kepercayaan terbang ke Korea untuk mengikuti festival di sana," jelasnya.

Di Korea, Lena mengenalkan tari kontemporer yang selama ini diusungnya. Tak hanya itu, ia pun membawakan tari topeng khas Lena yang diadopsi dari tari topeng diberbagai daerah.

Kini, Lena yang fokus dengan tari kontemporer itu identik dengan kain menjuntai. Dalam tariannya, ia kerap menggunakan kain panjang nan lebar sebagai media ekspresi yang bebas.

Tarian Lena selalu sarat akan makna. Konsep yang matang selalu dibuatnya sebelum beraksi di atas pentas. Lena enggan hanya sekedar menari. Ia selalu berupaya menyampaikan pesan positif lewat tarianya.

Bagi Lena, tari adalah kejujuran jiwa. Untuk itu ia selalu berupaya jujur dalam tarian yang dibawakannya. Ia berharap penonton bisa hayut menyaksikan tariannya dan menikmati karya ciptaannya itu.

(ff/aa)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG