BANDUNG
  1. BANDUNG
  2. PROFIL
Seniman

Yesmil Anwar, kriminolog yang nyeni

Di Unpad, Yesmil dikenal sebagi dosen eksentrik.

Oleh: Iman Herdiana 8 Januari 2016 14:20
Yesmil Anwar

Merdeka.com, Bandung - Yesmil Anwar merupakan salah seorang sosok sentral di balik penyelenggaraan Festival Drama Musikal Remaja Jawa Barat ke-5 di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kosambi, Bandung.

Yesmil adalah pakar hukum pidana Universitas Padjdjaran (Unpad) yang juga kriminolog. Di Unpad, Yesmil dikenal dosen eksentrik. Ia pernah berambut gondrong yang kini nyaris pelontos.

Selain membuat buku-buku tentang hukum, ia juga menulis buku-buku puisi dan esai satra. Salah satu buku puisinya berjudul “Dari Sebuah Pegadaian” diluncurkan bertepatan dengan Dies Natalis Unpad 11 September 2014. Buku ini berisi kumpulan puisi 1975-2014.

Kini, untuk kelima kalinya Teater Bell menggelar Festival Drama Musikal Remaja Jawa Barat ke-5. Teater Bell adalah kelompok teater Bandung yang mulai berdiri sejak 1973. Yesmil mulai bergabung dengan kelompok teater ini pada 1974.

Kelompok ini rutin menggelar festival bukan tanpa tujuan. “Acara ini ingin memuliakan seni,” katanya, di sela pembukaan festival teater yang berlangsung hingga Minggu (10/1) itu.

Menurut Yesmil, pembinaan, pemuliaan, apresiasi, pelestarian seni merupakan kosa kata yang mudah disebutkan dan enak didengat. “Tapi berdarah-darah saat dilaksanakan, penuh tenaga, pikiran dan harapan,” kata pria kelahiran Jakarta 1954.

Lewat Festival Drama Musikal Remaja Jawa Barat ke-5 tersebut, kata dia, kosa kata-kosa kata itu bisa dilihat dan ditampilkan peserta yang merupakan generasi muda. Ia berharap penampilan generasi muda itu mendapat apresiasi luas penonton seni pertunjukkan.

Teater Bel Bandung awalnya bernama Teater Ge-Er. Tercatat, Yesmil juga memotori pembentukan Teater Lissete. Kelompok teater Ge-Er kemudian melahirkan kelompok pembinaan anak-anak yaitu 'Teater Anak Bawang.'

Di balik kegiatan keseniannya, Yesmil cukup produktif menulis buku-buku tentang hukum,  di antaranya buku “Kriminologi” yang ditulis Yesmil bersama Adang (2010), Saat Menuai Kejahatan (2005 dan dicetak ulang tahun 2009).

Karya-karya Yesmil bidang hukum kemudian membuatnya dikenal sebaga kriminolog. Sejumlah media sering menghubunginya untuk memintai pendapatnya tentang kasus-kasus criminal yang pelik.

(ff/ih)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANDUNG

BERITA BANDUNG