BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP
Abdullah Azwar Anas

Bersholawat di pinggir pantai, cara Anas nikmati bulan suci Ramadan

Acara yang digelar di kawasan wisata Bangsring Underwater ini mampu menarik perhatian sejumlah turis asing yang sedang bertandang.

Oleh: Farah Fuadona 7 Juni 2017 13:01
Anas saat bermain hadroh bersama santri di kawasan wisata Bangsring Underwater

Merdeka.com, Banyuwangi - Ramadan yang penuh berkah dimanfaatkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mendoakan bangsa dan Banyuwangi. Bersama Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan Situbondo KHR. Cholil As'ad, Anas berdoa bersama di tepi pantai Bangsring Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

"Bulan Ramadan momentum yang tepat untuk memanjatkan doa untuk kebaikan bangsa dan Kabupaten Banyuwangi," kata dia.

Acara itu pun dikemas menarik. Sebabnya, acara tersebut digelar di kawasan wisata Bangsring Underwater Wongsorejo. Sehingga jamaah yang hadir pun merasakan suasana yang berbeda, karena digelar di kawasan wisata bahari.

"Ini cara baru bahwa berdoa dan sholawatan tidak harus di masjid atau tempat-tempat tertentu saja, tapi juga bisa dilakukan dengan santai di tepi pantai," ujar Anas.

Acara yang digelar di kawasan wisata ini mampu menarik perhatian sejumlah turis asing yang sedang bertandang. Para turis mancanegara ikut mengabadikan kegiatan tersebut. "Hal ini menarik bagi saya. Sholawat yang dikemas secara sederhana pun juga bisa menjadi daya tarik wisatawan," kata wisatawan itu.

Seorang turis tampak mengabadikan foto saat sholawat bersama di kawasan wisata Bangsring Underwater
© 2017 merdeka.com/Humas Pemkab Banyuwangi

Doa bersama itu diawali dengan membaca sholawat yang diiringi musik hadrah kolaborasi. Dalam rangkaian doa bersama tersebut, KHR. Cholil As'ad memimpin pembacaan Al Quran, Sholawat Nariyah, tahlil dan lain sebagainya.

"Semoga dengan rangkaian doa ini, bisa mendatangkan keberkahan bagi Banyuwangi khususnya, dan Indonesia pada umumnya," ujar salah seorang pengurus PBNU tersebut.

Tidak hanya melantunkan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad, mereka juga mendengungkan kebhinekaan. Mereka menyanyikan PBNU, yang akronim dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945. Pengajian itu ditutup dengan sholat taraweh.

Di Banyuwangi sendiri, selama Ramadan terdapat banyak agenda religi. Seperti Khotmil Qur'an, atau menghatamkan ayat suci Al Qur'an, yang akan dihelat dari 7-10 Juni, di Pesantren Darul Taufiq, Tegalpare, Muncar. "Acara ini akan diikuti pelajar, santri dan masyarakat," kata Kepala Bagian Kesra Pemkab Banyuwangi, Lukman.

Banyuwangi juga menggelar sejumlah event bernuansa religius di bulan puasa ini. Even yang terangkum dalam balutan Festival Ramadan ini digelar, 10–13 Juni 2017. Dua even yang akan menghiasi Festival Ramadan ini adalah Festival Hadrah Pelajar (10-11 Juni), dan Festival Patrol (12-13 Juni).

(ff/ff)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI