BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP
Info Banyuwangi

Cerita reuni Anas dengan para mantan Ketum IPNU di Pantai Solong

Acara berlangsung gayeng, menghibur dan penuh canda.

Oleh: Mochammad Andriansyah 29 Juli 2016 15:52
Reuni Anas dengan para mantan Ketum IPNU di Pantai Solong

Merdeka.com, Banyuwangi - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar Halal bi Halal dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majelis Alumni di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis malam (28/7). Sebelum acara digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, pada sore harinya, Bupati Abdullah Azwar Anas lebih dulu mengajak menikmati indahnya Pantai Solong di Kecamatan Kalipuro.
 
Kumpul bareng para tokoh mantan Ketua Umum IPNU ini, tersebut sebagai acara: Afternoon Tea. Acara menikmati pemandangan laut dengan background Pulau Bali sambil mencicipi makanan ringan tersebut, menjadi ajang reuni.
 
Acara berlangsung gayeng, menghibur dan penuh canda. Tawa mereka lepas saat mengenang perjuangan semasa masih memperkuat salah satu organisasi badan otonom (Banom) NU tersebut.
 
Hadir di acara itu, para mantan Ketum IPNU. Sebut saja Komisioner KPI Idy Muzayat, Hilmi Muhammadiyah (mantan Caketum PBNU), Muzammil Syafi’i (Ketua Fraksi NasDem DPRD Jatim), Asrorun Ni’am Sholeh (Ketua KPAI), Zainud Tauhid Sa’adi (Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR) dan beberapa tokoh nasional lainnya.
 
“Di selatan ada pantai bagus, tapi jauh, di Pantai Boom terlalu ramai. Makanya saya ajak ke sini (Pantai Solong). Ini ada Rumah Osing. Tempatnya juga menarik, tidak terlalu bising. Jadi kita bisa menghela nafas panjang di sini. Ini acaranya kita sebut saja Afternoon Tea saja,” kata Anas membuka ramah tamahnya.
 
Dalam sambutannya, Anas bercerita sukses dia menyingkirkan Menteri PDT di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Helmy Faizal Zein di perebutan kursi Ketum IPNU pada Kongres IPNU Tahun 2000 di Maksar. Dia juga bercerita soal kisahnya mengantar undangan naik vespa di Jakarta. Saat ini, Anas menjabat Sekjen IPNU.
 
Anas juga melempar goyonan soal perjalanan politik Hilmi Muhammadiyah. “Ini Pak Hilmi (Hilmi Muhammadiyah), pernah nyalon (anggota dewan) lewat PKB tapi gagal terus. Baru saat maju lewat NasDem sukses jadi DPRD Jatim,” ucapnya sambil tetawa bareng semua tokoh yang hadir.
 
Hilmi sendiri, yang ikut berkesempatan berbicara mengatakan. “Sebenarnya, saya dan para alumni IPNU ingin berkunjung ke Banyuwangi, meski hanya sekadar menikmati teh. Sebenarnya ini cita-cita lama dan baru kesampian hari ini. Ya cita-cita terpendamlah. Kita sudah tahu Banyuwangi. Publikasinya luar biasa, bahkan rekan kita yang di Kalimantan, mengkliping semua berita Banyuwangi. Karena semua beritanya tentang Anas,” selorohnya.
 

Reuni mantan Ketum IPNU di Pantai Solong
© 2016 merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Selanjutnya, Giliran Idy Muzayat ikut bicara. “Kita doakan para Ketum. Karena ketua umum itu sebagai simbol betapa beratnya jadi Ketum. Kita semua di sini merasakan manfaatnya,” kata Idy.
 
Idy melanjutkan, contohnya rekan Anas. “Setelah jadi Ketum, beliau bisa jadi bupati dua periode. Kita juga tahu, ada rekan-rekan kita yang sukses ada juga yang gagal. Nah itu ada Ketua KPAI (Asrorun Ni’am Sholeh) baru datang. Beliau ini spesialis fatwa. Fatwanya yang baru, main pokemon mahkruh katanya,” katanya disambut ger-geran hadirin.
 
Selanjutnya Zainud Tauhid Saadi yang juga baru datang langsung ikut angkat bicara. Tauhid menyanjung kesuksesan Anas. “Ini testimoni. Biasanya, daerah-daerah luar yang jauh dari pusat kekuasaan, itu sangat terbatas. Tapi rekan Anas menjawab: Anggapan seperti itu salah,” kata Tauhid.  
 
Dan Anas sudah membuktikannya, Banyuwangi yang ada di ujung paling timur Pulau Jawa sekarang sudah seperti ini. “Sesungguhnya daerah terluar saja sudah seperti ini, bagaimana kalau (Anas) ditempatkan di metropolis? Saya kira hasilnya lebih dari itu (lebih dari Banyuwangi yang sekarang).”
 
“Saya memiliki dugaan. Ini semacam ramalan. Kalau misalnya, rekan Anas ditempatkan di tempat yang potensial pasti akan lebih. Ini misalnya saja calon gubernur. Ini bukan dalam rangka itu loh (politik). Ini misalkan begitu. Tapi kalau iya ya syukur,” sambungnya.
 
Di akhir acara, Anas kembali tampil menutup acara. “Mas Tauhid ini tergolong sakti. Diganjal partai bertubi-tubi, masih saja tetap jadi. Berapa periode beliau jadi anggota DPR? Oh ya empat kali ya,” di sambut tawa renyah para alumni IPNU.
 
Untuk selanjutnya acara ditutup, sambil menikmati makanan ringan sembari menikmati udara Pantai Solong.

(ff/ma)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI