BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP
Pariwisata

Ketika bule asal Swiss tertarik keliling Pasar Banyuwangi

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pasar Banyuwangi, Theresa nampak tertarik dengan suasana pasar yang penuh sesak dengan orang-orang.

Oleh: Farah Fuadona 10 Juli 2017 16:08
Theresa beserta kedua anaknya tertarik mendengar penjelasan Nyoman mengenai berbagai hasil bumi yang di jual Pasar Banyuwangi

Merdeka.com, Banyuwangi - "Ini apa? Apakah ini pare?" ujar seorang turis asal Swiss, Theresa Osman Wata, kepada pedagang sayur di pasar tradisional Banyuwangi bersama kedua anaknya, Senin (10/7).

Ia tampak tertarik dengan bentuk sayuran yang berada di depannya. Berkali-kali ia mengangkat menunjuk dan mengambil gambar dari berbagai sudut menggunakan kamera digital miliknya. "Itu bukan pare, tapi klentang buah pohon kelor," ujar pedagang itu menjawab pertanyan Theresa.

Theresa pun tampak mengangguk-anggukan kepalanya saat sang guide menjelaskan klentang serta daun kelor di hadapannya. "Menarik," kata dia.

Ia pun melanjutkan blusukannya dan kembali bertanya mengenai sayur-sayuran serta bumbu dapur yang banyak di jual pedagang. "Saya tahu ini jahe, kunyit, tapi ini apa saya tidak tahu?" ujar Theresa dalam bahasa Inggris.

"Itu Kluwek biasa dipakai untuk memasak rawon," ujar Guide asal Bali Nyoman Dana menjelaskan.

Nyoman nampak menjelaskan rempah-rempah yang dijual di pasar kepada Theresa
© 2017 merdeka.com/Farah Fuadona

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pasar Banyuwangi, Theresa nampak tertarik dengan suasana pasar yang penuh sesak dengan orang-orang yang berbelanja. Ia mengaku terkesan dengan ramah-tamah serta interaksi antara pedagang dan pembeli di pasar itu, "Saya sering ke pasar, tapi tidak pernah menemukan sesuatu yang menarik seperti ini di Perancis. Indah sekali. Tak hanya transaksi jual beli saja tapi juga saling menanyakan kabar," ujar dia seraya tersenyum.

Menurut Nyoman ia sudah sering mengantarkan sejumlah turis ke pasar. Banyak dari turis-turis itu meminta untuk diantarkan ke pasar untuk sekedar berinteraksi dengan warga lokal ataupun berbelanja rempah-rempah masak untuk di bawa sebagai buah tangan. "Biasanya rute turis ini dari Bali ingin mengunjungi Ijen. Tapi sebelumnya keliling-keliling kota dan mengunjungi pasar," katanya.

Seorang pedagang sayur bernama Supri, mengaku cukup senang dengan kehadiran turis-turis ini. Kehadiran turis ini baginya bisa memperkenalkan kekayaan hasil bumi Indonesia. "Bukan sekali ini saja ada turis datang, hampir setiap hari ada turis yang berkunjung. Kadang ada yang datang membeli tapi seringnya cuma tanya-tanya aja," kata pria yang senang dipanggil Supri Sayur.

(ff/ff)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI