BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP
Pendidikan

Siswa SMKN 1 Glagah launching buat buku Bianglala Cikada

Acara launching dimulai bersamaan dengan upacara Hari Kebangkitan Nasional.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 30 Mei 2016 14:40
Buku kumpulan cerpen Bianglala Cikada

Merdeka.com, Banyuwangi - Organisasi pepustakaan Jenius Semegah, SMKN 1 Glagah Banyuwangi mengadakan acara launching buku cerpen bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional. Buku fiksi tersebut merupakan karya siswa-siswi SMKN 1 Glagah sebagai upaya memperkuat budaya literasi di dunia pendidikan.

Dewi Anggraini Cahyaningrat Pustakawan SMKN 1 Glagah, sekaligus pembina Jenius Semegah mengatakan, kumpulan cerpen para siswa yang dibukukan tersebut merupakan kerjasamanya dengan guru Bahasa Indonesia.

"Inilah peran aktif Pustakawan berkolaborasi dengan guru, supaya pelajar dapat memproduksi karya yang bernilai jual. Sehingga bisa menginspirasi dan bermanfaat. Tujuannya untuk meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas dalam dunia tulis menulis. Sekaligus memperhalus karakter atau budi pekerti pelajar SMKN 1 Glagah," tutur Dewi dalam keterangan tertulisnya kepada Merdeka Banyuwangi, Senin (30/5).

Selain bisa menambah ilmu, para siswa terlihat bersemangat karena kegiatannya bisa bertambah. Apalagi bisa memberi contoh dan menginspirasi sekolah lain untuk membuat karya dalam bentuk buku.

Guru SMKN 1 Glagah menunjukkan karya siswa berupa buku kumpulan cerpen Bianglala Cikada
© 2016 merdeka.com/dok. istimewa


"Tidak hanya bertambah ilmu, juga bertambah untuk pemasukan keuangan untuk organisasi. Istilahnya menyelam sambil minum air," lanjutnya.

Pembuatan buku antologi cerpen ini mengambil tema "Bianglala Cikada". Bianglala berarti pelangi dengan beragam jenia warna. Sedangkan Cikada merupakan akronim dari Cerita Kawula Muda. "Jadi, Bianglala Cikada artinya beragam cerita Kawula Muda. Bianglala Cikada diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya cerita legendaris dari pelajar SMKN 1 Glagah  Banyuwangi," ujarnya.

Acara launching dimulai bersamaan dengan upacara Hari Kebangkitan Nasional. Kemudian penyerahan buku ke organisasi perpustakaan Jenius Semegah agar dikelola dan dikenalkan.

Buku setebal 75 halaman ini, ditulis oleh 16 siswa mulai dari kelas satu sampai kelas tiga. Satu buku dijual dengan harga Rp 40 ribu. Buku tersebut tidak hanya untuk dijual ke masyarakat umum, namun juga dibagikan secara gratis ke perpustakaan sekolah, komunitas rumah baca maupun Perpusda Banyuwangi. Tujuannya agar bisa dikenal dan dibaca para siswa dan masyarakat umum.

(ff/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI