BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
Bisnis

Dulu semrawut, Pasar Banyuwangi kini bersih bikin Mendag kagum

Lahan parkir sekarang lebih tertata Pedagang juga berjualan dengan rapi.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 10 Juli 2017 15:59

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara bertahap melakukan upaya penataan pasar tradisional. Terutama sejak masa pemerintahan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Pasar Tradisional Banyuwangi yang berada di tengah kota, pada tahun 2010-an masih terkesan menjadi salah satu penyebab titik kemacetan. Salah satunya, karena area parkir terbatas dan ratusan pedagang yang menempati bahu jalan untuk membuka lapak.

Nari (55) salah satu petugas parkir di Pasar Blambangan menjelaskan, mulanya sepanjang ruas jalan yang mengitari pasar sampai pada tahun 2010 masih sering terjadi kepadatan arus lalu lintas. Dia sendiri juga kesulitan mengatur area parkir.

"Mulai Taman Sritanjung masuk ke pasar sini dulu sulit. Sekarang sudah enggak lagi, karena sudah diberi pagar pembatas," ujarnya, kepada Merdeka Banyuwangi, Senin (10/7).

Dia masih ingat, mulai 2013 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menata Pasar Banyuwangi dengan memberi pagar pembatas. Anas bersama rombongan pemerintah daerah kemudian datang ke pasar untuk melakukan dialog dengan pedagang pasar agar mau pindah ke dalam batas pagar.

"Katanya, agar pembeli di pasar lebih nyaman. Waktu itu sekitar tahun 2013," kata pria yang sudah menjadi jukir puluhan tahun ini.

Dari pantauan Merdeka Banyuwangi, pagar-pagar pembatas, dipasang pot-pot berisi tanaman untuk mempercantik. Kemudian beberapa spot pasar sudah disediakan tempat sampah.
 
Revitalisasi pasar tradisional di Pasar Banyuwangi sudah dilakukan sejak 2014. Sebanyak 1.200 pedagang sudah ditata agar tidak lagi berjualan di bahu jalan.

"Pasar tradisional secara bertahap sudah ditata. Cuma kemarin saat Pemda mau membangun kembali pasar, beberapa pedagang masih belum kompak," ujar Anas saat melakukan saur bersama pedagang beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat melakukan sidak harga pasar di Pasar Belambangan, Selasa 20 Juni lalu, mengapresiasi perhatian Pemkab Banyuwangi terhadap pasar tradisional. "Saya lihat pasarnya sudah bersih dan tidak bau. Got saluran air menyalir dengan lancar," ujar Enggar.

Selain itu, dia juga mengapresiasi telah mengatur jarak dan jumlah toko modern waralaba agar tidak mematikan pasar modern. "Pedagang pasar atau warung memang harus mendapatkan akses dan harga yang sama dengan pasar ritel modern. Menariknya, Pemkab ada perhitungan sendiri kapan izin mall atau ritel modern bisa berdiri. Ini yang menarik," ujar Enggar.

(mh/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI