BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
Pariwisata Pantai

Jaga kebersihan laut, Banyuwangi gandeng organisasi lingkungan hidup dunia

Joi Danielson telah melakukan survei di Muncar, dan diputuskan untuk menjadi proyek pertama di Indonesia.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 27 Maret 2018 17:51
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Merdeka.com, Banyuwangi - Organisasi Lingkungan Hidup Dunia, Systemiq yang terpusat di Jerman dan Inggris tertarik untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Pelabuhan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Muncar, akan jadi pusat perhatian Systemiq agar persoalan sampah laut di sana, terutama jenis plastik bisa teratasi.

"Kami akan membuat sistem pengelolaan sampah di sini, utamanya sampah plastik," kata Program Director, Ocean Plastics Asia, Joi Danielson di Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (27/3).

Joi mengatakan, pihaknya telah melakukan survei di Muncar, dan diputuskan untuk menjadi proyek pertama di Indonesia. Organisasi non profit ini, bakal melakukan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

"Saat program telah usai, kami tidak pergi begitu saja. Kami tetap akan memantau secara berkelanjutan. Sampah yang telah diangkat akan didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat," kata dia.

Sementara itu,Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Husnul Chotimah, menambahkan program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Systemiq dan Dirjen Pengelolaan Persampahan dan Limbah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Mereka akan mulai bekerja melakukan pendampingan pada April mendatang. Mulai dari pengelolaan sampah, daur ulang, hingga menjaga kebersihan sungai," kata Husnul.

Apalagi, kata Husnul, Muncar merupakan sentra penghasil ikan terbesar di Indonesia setelah Bagan Siapi-api di Riau.

Di Indonesia, organisasi ini bernama PT Systemiq Lestari Indonesia dan telah memiliki banyak tim yang fokus pada lingkungan hidup, seperti Ocean Plastic, Recycling Partnership, dan Sustainable Waste.

Joi, juga telah bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Mereka menyampaikan, usai melakukan survei juga masih perlu tinggal di Banyuwangi hingga Desember 2019 mendatang.

"Organisasi ini sudah berpengalaman dalam pengelolaan sampah di beberapa negara. Kami berkolaborasi untuk pengelolaan sampah di Banyuwangi, utamanya di Muncar," katanya.

(es/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI