BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
Layanan Kesehatan

Kunjungan ke puskesmas meningkat, masyarakat Banyuwangi didorong sering konsultasi

Puskesmas Sobo di Kota Banyuwangi mencatatkan jumlah kunjungan masyarakat 2012 sebanyak 56.389 kunjungan, rata-rata 161 orang per hari.

Oleh: Mohammad Taufik 17 Januari 2018 12:57
Kunjungan ke puskesmas di Banyuwangi

Merdeka.com, Banyuwangi - Jumlah kunjungan masyarakat ke puskesmas terus meningkat setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berusaha mendorong masyarakat agar datang, memeriksakan diri, berkonsultasi dan memelihara kesehatan mereka masing-masing agar tidak mudah terserang penyakit.

Puskesmas Sobo di Kota Banyuwangi mencatatkan jumlah kunjungan masyarakat 2012 sebanyak 56.389 kunjungan, rata-rata 161 orang per hari. Terbanyak mereka terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), darah tinggi dan radang sendi atau reumatik.

Sedangkan tahun 2016, jumlah kunjungan menjadi 60.522 per tahun, rata-rata 173 kunjungan per hari. Jenis penyakit yang paling banyak ditemukan juga berubah, yakni disebabkan polah hidup seperti hipertensi, faringitis atau radang tenggorokan dan diabetes.

Kepada Merdeka Banyuwangi, Kepala Puskesmas Sobo Hanipan mengatakan jumlah kunjungan konsultasi yang diterimanya 3 persen dari total kunjungan. Target dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi sendiri puskesmas harus menerima konsultasi minimal 1 persen dari total kunjungan.

"Misalnya ada warga mengalami darah tinggi, kalau dia bisa merawat kondisinya bisa mencegah berlanjut ke stroke. Kalau sudah kena stroke biaya pengobatan akan lebih tinggi," kata Hanipan, Rabu (17/1).

Berkonsultasi ke puskesmas, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan berbagai langkah menghindari sakit. Konsultasi bisa dilakukan secara individu di puskesmas, atau berkelompok dalam penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan-kegiatan tertentu yang digelar masyarakat.

Hanipan sendiri mengatakan Puskesmas Sobo telah membuka konsultasi sejak 2003. Sekarang konsultasi juga masuk dalam standar operasional prosedur (SOP) dan menjadi satu dengan pelayanan pengobatan puskesmas.

Begitu juga Puskesmas Kertosari yang menyediakan meja konsultasi sanitasi dan gizi, yang harus didatangi warga yang berobat. Misalnya mereka mendapatkan pengetahuan indikator rumah sehat, yakni tidak ada lalat yang berarti pengelolaan sampahnya baik, tidak ada nyamuk yang bisa menyebabkan demam berdarah dan tidak ada tikus.

Kepala Puskesmas Kertosari Drg Wahyu Primawati mengaku tidak ada warga yang protes saat diarahkan ke layanan konsultasi setelah melakukan pemeriksaan penyakit. Fungsi konsultasi agar warga yang sehat tetap sehat, yang sakit tidak meningkat ke komplikasi dan yang sudah komplikasi agar mampu menjaga kondisi diri sendiri dan tetap produktif.

"Ke depan kita akan membuka layanan konsultasi yang lebih cepat agar masyarakat yang sehat dan produktif bersedia memeriksakan dan mengkonsultasikan kondisinya. Mereka diharapkan bisa mendapatkan petunjuk bagaimana menjaga diri agar tetap sehat," kata Wahyu.

Kunjungan warga sakit ke Puskesmas yang diperuntukkan melayani masyarakat Kelurahan Kertosari, Karangrejo, Kepatihan dan Panderejo juga meningkat setiap tahunnya. Tahun 2014 kunjungan tercatat 30 atau 40, tapi di 2017 kunjungan ke puskesmas sampai 90 atau 100 setiap harinya.

Wahyu mengatakan menggiring masyarakat melakukan konsultasi dan pencegahan penyakit juga bermanfaat mengatasi kurangnya tenaga dokter di Banyuwangi. Konsultasi bisa dilayani petugas kesehatan non-dokter, ilmu juga tersebar dalam obrolan antar warga sendiri.

(mt/mt)

Laporan: Ahmad Suudi

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI