BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
Pertanian

Menarik, di Banyuwangi ada durian tanpa biji

Harga durian lokal ukuran besar berkisar Rp 25 hingga Rp 30 ribu per buah, untuk durian merah dan durian tanpa biji Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

Oleh: Endang Saputra 14 Maret 2018 17:19
Durian tanpa biji

Merdeka.com, Banyuwangi - Bila ingin merasakan manisnya durian tanpa biji, Anda boleh datang ke Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bila beruntung, di musim durian, Anda bisa mendapatkannya di rumah Slamet Hariyadi di belakang Masjid Baiturrahman, Dusun Krajan, Desa Songgon.

Dia membangun kerjasama dengan para petani sehingga bisa menyediakan ribuan durian jenis lokal per hari saat musimnya. Namun durian tanpa biji dan durian merah bisa disediakannya hanya dalam jumlah terbatas.

"Durian lokal secara alami hasilkan beberapa macam, ada durian merah, pelangi, orange, mentega, dan tanpa biji. Khusus durian tanpa biji kita punya 1 pohon induk dan 5 pohon turunan," kata Slamet, Rabu (14/3).

Pohon indukan durian lokal tanpa biji yang dimilikinya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dia mengaku semua petani durian Songgon belum melakukan perkawinan silang durian lokal dengan varian durian lain.

Tidak semua buah yang dihasilkan pohon itu tanpa biji, sebagian juga berbiji meski tipis dan kecil.

Bila harga durian lokal ukuran besar berkisar Rp 25 hingga Rp 30 ribu per buah, untuk durian merah dan durian tanpa biji di kisaran Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

Kadang panen durian tanpa biji juga terkendala dahan pohon yang licin setelah turun hujan.

Musim durian di Banyuwangi juga tidak menentu, bunga muncul bila mendapatkan cahaya Matahari yang cukup. Durian akan jatuh dan siap disantap 6 bulan kemudian.

Dalam setahun petani Songgon bisa memanen durian sekali atau 2 kali. Durian lokal Banyuwangi yang berkualitas bagus memiliki rasa manis alami dan tekstur yang lembut dengan kadar air pas, tidak terlalu banyak air.

"Tahun ini perkiraan saya mulai panen bulan Maret, ternyata bulan Februari sudah mulai panen. Perkiraan saya musim panen sekarang sampai akhir bulan April," kata Slamet.

Durian tanpa biji Slamet sebut sebagai durian boneng, sesuai julukan kawan sebaya padanya. Bila durian merah sudah bisa ditemukan di banyak tempat, Slamet mengklaim, durian tanpa biji hanya ada di kebunnya.

 

(es)

Laporan: Ahmad Suudi

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI