BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
Info Banyuwangi

Tangkal isu hoax, NU bidik warga perkotaan dalam berdakwah

Gus Mus adalah ulama NU yang aktif berdakwah di Twitter dan mampu menggaet masyarakat perkotaan.

Oleh: Farah Fuadona 19 Februari 2017 16:50
Wakil Ketua LTN-NU Hari Usmayadi dalam Kongkow Netizen NU di PCNU Banyuwangi

Merdeka.com, Banyuwangi - Berkembangnya teknologi serta informasi harus segera disikapi oleh masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) dengan cepat. Basis massa NU yang sebagian besar berada di pedesaan, mulai saat ini dituntut harus membiasakan diri dengan perangkat elektronik berbasis internet untuk memudahkan mengakses dan informasi yang tepat, di tengah masifnya informasi hoax yang berseliweran.

"Saat ini kita dituntut harus lebih kritis dalam menerima informasi. Siapa saja bisa memberi informasi dengan mudahnya di media sosial. Pola dakwah menggunakan media sosial menjadi pekerjaan rumah bagi NU yang harus segera dilakukan," kata Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU), Hari Usmayadi dalam acara Kongkow Netizen NU 'Seminar Sosiologi dan Peta Media Sosial dalam Ghazwatul Fikr di Indonesia', Minggu (19/2).

Hari menekankan jika dahulu para sesepuh berjuang dengan membangkitkan semangat keislaman, membakar semangat umat  dengan terkonsentrasi berdakwah di pedesaan. Mungkin apa yang harus diperjuangkan generasi sekarang ini berbeda.

Jika NU sebelumnya lebih dikenal selalau berdakwah di daerah pedesaan dengan santri yang berasal kalangan guru, petani dan masyarakat desa pada umumnya. Maka ia ingin pola itu harus diubah dari sekarang. Apalagi dari data yang dimiliki NU menyebutkan ada lebih dari 50 persen orang yang mengaku NU di Indonesia dengan rentang usia dari 15-56 tahun.

Sedangkan menurut data BPS, saat ini Indonesia didominasi oleh penduduk umur produktif berusia 15-34 tahun dengan tingkat pengguna internet yang tinggi. Jumlah inilah yang harus segera disentuh oleh NU sebagai ladang dakwah. "Mereka inilah generasi millenial yang nantinya akan membentuk wajah informasi dan teknologi di tanah air. Nah kebetulan yang melek teknologi ini tinggalnya di kota. Kita enggak ingin mereka-mereka yang aktif dalam arus informasi ini terabaikan oleh NU," ujar Hari.

Apalagi menurutnya hanya NU organisai berbasis agama di dunia yang membawa persatuan dan kedaulatan negara dalam ideologinya. "Maka dari itu mereka kita rangkul(pekerja dan pelajar perkotaan). Agar mereka-mereka yang ingin mengetahui soal agama Islam tak lari kepada ustad-ustad yang sering mengadu domba sehingga mudah terprovokasi hoax," katanya.

Ia mencontohkan KH. Mustofa Bisri atau lebih akrab disapa Gus Mus, ialah salah satu tokoh NU yang aktif menggunakan media sosial, Twitter untuk berdakwah. "Gus Mus memberikan kita contoh ulama NU yang dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan dakwah Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin," ujar Hari.

(ff/ff)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI