BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
Olahraga

Tetap gelar Tour de Ijen tahun depan, Banyuwangi akan tambahkan Gran Fondo

"Lanjut terus, Tour de Ijen ini kan kita dipuji sebagai 5 terbaik se-Asia, nah ini harus dijaga," kata Anas.

Oleh: Endang Saputra 3 Oktober 2018 16:32
Tour de Banyuwangi Ijen 2018

Merdeka.com, Banyuwangi - Gelaran International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang baru beberapa hari lalu usai akan diadakan kembali tahun depan. Bahkan rencananya digelar juga balap sepeda Gran Fondo yang terbuka untuk umum sembari memamerkan keindahan alam Bumi Blambangan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, prestasi yang ditorehkan ITdBI setelah digelar 7 tahun berturut-turut menjadikan event yang tahun ini diikuti 92 pebalap dari 25 negara itu layak dilanjutkan.

Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) menilai ITdBI sebagai yang terbaik di Asia, melihat dari gelaran maupun rute yang disiapkan untuk para peserta.

"Lanjut terus, Tour de Ijen ini kan kita dipuji sebagai 5 terbaik se-Asia, nah ini harus dijaga," kata Anas, Rabu (3/10).

Pihaknya juga akan berupaya menambahkan Audax atau Gran Fondo yang merupakan event balap sepeda jalur panjang yang terbuka untuk umum, profesional maupun penghobi. Biasanya terbagi atas rute pendek kurang
dari 100 kilometer dan rute panjang lebih dari 100 kilometer.

Gran Fondo pada umumnya digelar di lingkungan alam dengan panorama indah. Disediakan tempat istirahat, pengobatan, hingga kuliner di titik-titik tertentu di sepanjang rute balapan. Untuk mengikuti event olahraga itu, biasanya peserta diminta mendaftar dengan membayar sejumlah biaya pendaftaran.

"Kita akan tambah dengan Audax dan Gran Fondo kalau memungkinkan, untuk menambah," ujarnya.

Dia mengatakan kelebihan ITdBI selain karena memiliki rute naik ke Ijen, juga karena sambutan masyarakat yang sangat meriah. Bupati yang tengah menjabat untuk kedua kali itu mengatakan sambutan masyarakat murni keluar dari ekspresi mereka sendiri.

Saat berkeliling selama penyelenggaraan ITdBI, Anas mengaku bisa melihat ekspresi masyarakat yang tidak lelah mengeluarkan berbagai alat musik dan bersorak untuk menyemangati para pebalap. Semangat masyarakat itu dikatakannya menjadi sumber semangat Pemerintah Daerah dalam menggelar 77 event selama tahun 2018.

Lelah yang dirasakan karena penuhnya kegiatan di dalam dan luar kota, dia katakan lenyap saat melihat senyum masyarakat di tepi jalan. Hal itu yang membuat ITdBI layak untuk digelar kembali tahun-tahun depan.

"Rakyat Banyuwangi ini hangat, anak-anaknya hebat, men-support luar biasa. Itu yang membuat (event) ini tidak bisa dibeli. Menggerakkan ratusan ribu rakyat tidak bisa dipidatoin," katanya.

(es)

Laporan: Ahmad Suudi

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI