BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI
kuliner

Undang Chef Juna, Banyuwangi promosikan Kuliner Pecel Pitik

Pecel Pitik adalah makanan berbahan utama ayam kampung bakar yang disuwir dengan parutan kelapa.

Oleh: Farah Fuadona 12 April 2017 11:56
Chef Juna saat demo masak Pecel Pitik bersama Bupati Anas

Merdeka.com, Banyuwangi - Agenda wisata tahunan Banyuwangi Festival kembali menghadirkan ajang promosi kuliner lokal. Tahun ini, Festival Banyuwangi Kuliner menghadirkan tema "pecel pitik" sebuah kuliner tradisional khas Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi).

"Setiap tahun kami sajikan tema yang berbeda untuk mempromosikan khazanah kekayaan kuliner lokal Banyuwangi. Beberapa tema kulier yang pernah diangkat pada tahun-tahun sebelumnya adalah rujak soto, sego cawuk, dan nasi tempong," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Festival Banyuwangi Kuliner, Rabu (12/4).

Untuk meningkatkan ketertarikan, Banyuwangi menghadirkan Chef Juna, juri program Master Chef Indonesia yang digelar oleh salah satu televisi nasional.

Pecel Pitik adalah makanan berbahan utama ayam kampung bakar yang disuwir dengan parutan kelapa. Pitik dalam bahasa setempat berarti ayam. "Pecel pitik ini beda, kuliner lokal yang hampir menyerupai masakan ini tidak pernah saya temui. Ayam kampungnya dibakar, disuwir kecil-kecil, lalu dicampur dengan parutan kelapa berbumbu. Cukup unik," kata Anas.

"Mengapa kuliner kami festivalkan? Karena salah satu tujuan utama wisatawan adalah kuliner. Dengan festival ini, pamor kuliner lokal Banyuwangi bisa meningkat, ini upaya kami mem-branding kuliner lokal, sehingga warung-warung rakyat bisa makin laris,” ujar Anas.

Kehadiran Chef Juna di festival ini dimaksudkan bisa memicu kreasi pelaku kuliner. Chef Juna melakukan demo masak dan mencontohkan penyajian pecel pitik yang lebih menarik. "Saya sering dengar Banyuwangi, tapi baru pertama kali ke sini. Warganya ramah, kulinernya unik-unik. Ada ciri khas pada kuliner Banyuwangi yang tak ditemui di tempat lain, seperti pada aspek perpaduan bumbu dan bahkan perpaduan jenis makanan. Rasanya enak. Tapi rasa enak tidak cukup, harus disajikan dengan menarik," kata Chef Juna.

Chef Juna melakukan demo masak pecel pitik. Selain memanggang ayam, dia juga membuat bumbu rempahnya yang terdiri atas bawang merah enam butir dan bawang putih tiga siung, lalu ditambah cabe rawit warna oranye dan tiga cabai merah.

Menurut Chef Juna, kuliner pecel pitik ini olahan yang berbeda dari masakan nusantara lainnya, khususnya yg menggunakan ayam.

"Olahan pecel pitik ini khasnya pada kelapanya. Biasanya ayam dimasak dengan bumbu, tapi di Banyuwangi dimasak dengan bumbu, kelapa dan ditambah kacang, jadi triple dan masaknya bareng. Hasilnya pecel pitik kaya rasa dan enak. Ini kuliner nusantara yang unik," kata Chef Juna.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banyuwangi, Alief Kartiono menambahkan, festival kuliner ini melibatkan 190 peserta yang terdiri atas warung penjual kuliner pecel pitik, pelaku restoran dan jasa boga.

Meski puncak acara Banyuwangi Kuliner ini berlangsung pada 12 April, para pengunjung bisa menikmati pecel pitik dan masakan khas Banyuwangi lainnya selama 12 - 16 April di Taman Blambangan. Pengunjung bisa merasakan makanan lokal dari seluruh penjuru Banyuwangi.

(ff/ff)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI