BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. LAPAK
Lingkungan

Jaga pantai dari abrasi, Pertamina tanam 1.000 pohon di Pantai Cemara

"Penanaman cemara dan mangrove bertujuan melindungi bibir pantai dari abrasi. Karena sebagian pantai sudah terkena abrasi ombak," kata Ageng.

Oleh: Mochammad Andriansyah 3 Juni 2016 16:50
General Manajer Pertamina Marketing Operation Region V Ageng Giriyono‎

Merdeka.com, Banyuwangi - Ikut menjaga lingkungan dan konservasi alam PT Pertamina tanam 1.000 pohon di Pantai Cemara, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi Kota, Jawa Timur. Selama tiga tahun, sejak 2013 lalu, PT Pertamina secara konsisten melanjutkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjungwangi di Pantai Cemara.

Secara simbolis penanaman 1.000 pohon dan mangrove ini, dilakukan oleh General Manager Pertamina Marketing Operation Region V Ageng Giriyono, Operation Head (OH) TBBM Tanjungwangi Darso Abdullah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, BKSDA, BLH, Camat Banyuwangi Kota beserta jajaran Muspika di Pantai Cemara.

General Manajer Pertamina Marketing Operation Region V Ageng Giriyono‎ mengatakan, program ini diawali dengan kerjasama konservasi penyu di wilayah tersebut pada 2013 silam.

Dan untuk melengkapi program konservasi di Pantai Cemara itu, PT Pertamina berniat melanjutkannya dengan penanaman pohon cemara dan mangrove.

"Penanaman cemara dan mangrove ini bertujuan untuk melindungi bibir pantai dari abrasi. Karena sebagian pantai memang sudah terkena abrasi ombak," ‎kata Ageng melalui pesan tertulisnya, Jumat (3/6).

Karena masalah abrasi inilah, PT Pertamina ingin berpartisipasi dalam upaya para nelayan Pantai Cemara untuk melindungi pantainya. "Secara simbolis, penanaman pohon dan mangrove ini kami lakukan Kamis kemarin. ‎Di tahun ini (2016), kami berencana menanam sekitar 1.000 pohon cemara dan mangrove di wilayah Pantai Cemara," ujarnya.

Seperti diketahui, Pantai Rejo atau dikenal dengan Pantai Cemara, memang menjadi salah satu lokasi penyu bertelur. Namun karena kurangnya edukasi, telur-telur penyu ini diambil dan dijual oleh warga.

Melalui program konservasi penyu oleh PT Pertamina ini, melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo. Warga diedukasi dan mulai melestarikan telur-telur penyu tersebut, untuk kemudian dilepas ke pantai ketika usianya sudah mencukupi.

Ketua KUB Pantai Rejo, Muhyi menyampaikan, sejak program konservasi penyu ini dimulai pada 2013 lalu, total penyu yang dilepas sudah mencapai sekitar 2.300 ekor tukik (anak penyu). "Tahun ini rencananya kami akan melepas sekitar 1.000 penyu lagi," ucap Muhyi.

Muhyi melanjutkan, setelah program konservasi penyu berjalan baik, PT Pertamina kembali melanjutkan program CSR-nya. Tapi kali ini diarahkan untuk perlindungan pantai dari abrasi, yaitu dengan penanaman pohon cemara dan mangrove yang diawali sejak 2015 lalu.

"Pohon cemara ini dipilih, karena daunnya yang gugur dapat membantu pertumbuhan telur penyu dan melindungi wilayah pantai dari abrasi. Sedangkan mangrove memang sudah dikenal sebagai pohon yang berakar kuat sehingga tahan terhadap ombak laut," tandas Muhyi.

Sedangkan OH TBBM Tanjungwangi, Darso Abdullah menambahkan, dengan adanya program CSR ini, pihaknya bisa ikut berperan melestarikan lingkungan di luar tugasnya dalam menyalurkan BBM untuk masyarakat. "‎Khususnya di Kabupaten Banyuwangi ini. Sehingga kami bisa ikut berperan menjaga lingkungan sekitar," kata Darso Abdullah.

(ff/ma)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI