BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. LAPAK
kuliner

Omah Ngedotz, tempat nyusu murni khas Banyuwangi

"Jika susu tidak murni, uang kembali 10 kali lipat, itu semacam garansi," kata Toton.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 30 Mei 2016 12:03
Omah Ngedotz

Merdeka.com, Banyuwangi - Istilah 'ngopi' sudah umum di kalangan pemuda untuk menyebut aktivitas menikmati kopi. Namun berbeda untuk yang satu ini. Di Omah Ngedotz, Anda bisa 'nyusu' untuk menikmati beragam minuman dan kuliner berbahan dasar susu segar.

Warung di Dusun Wadung Dolah, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ini menyajikan kuliner seperti tahu krispi, nugget, sate dan beragam minuman dengan bahan utama susu segar. Sambil menikmati sajian, pelanggan bisa belajar bagaimana pengolahan susu segar menjadi yoghurt dan kuliner-kuliner susu segar hasil fermentasi di Omah Ngedotz.

"Visi kita mengenalkan minum susu segar itu baik, ada edukasi, pelatihan. Sudah ada pelatihan untuk sekolah-sekolah, buat yoghurt, pengolahan buah dengan susu. Ada yang pingin datang ke peternakannya juga. Ini satu satunya cafe yang menyediakan nyusu dengan minum susu paling lengkap, mulai dari fermentasi sampai yang fress," ujar Toton Fathoni (23), pemilik Omah Ngedotz kepada Merdeka Banyuwangi, Minggu (29/5).

Sebagai jaminan kualitas, Toton berani mengganti uang pelanggan sepuluh kali lipat. Misalkan pelanggan merasakan kualitas susu segar di Omah Ngedotz buruk atau tidak asli.

"Jika susu tidak murni, uang kembali 10 kali lipat, itu semacam garansi. Itu slogan kita. Kualitas susu nomor satu, itu prinsip kita," kata Mahasiswa lulusan Universitas Aljazair ini.

Toton, mulanya menyajikan minuman susu segarnya dengan media dot. Akibat biaya operasional mahal, dia kembali menggunakan gelas dan cangkir. Tujuan utamanya bisa menjual menu-menu susu segarnya dengan harga terjangkau.

"Awal pertama buka pakai dot, harganya mahal, sedangkan kami ingin menyajikan menu-menu susu segar dengan harga murah dan terjangkau," ujarnya.

Susu segar yang dijual di Warung Ngedotz, merupakan hasil produksi sapi perah milik Toton sendiri. Selain itu, stok susunya juga berasal dari kelompok peternak Sumber Lumintu, binaan Dinas Peternakan Banyuwangi.

"Ini susu hasil perahan sendiri. Saya sendiri punya lima di rumah. Jadi enggak mungkin kehabisan stok dan selalu fresh. Kalau tidak habis, bisa saya minumkan lagi ke sapinya," ujarnya.

Dengan harga menu yang terjangkau, Toton sebenarnya berupaya mendukung program Bupati Abdullah Azwar Anas untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Saat baru pertama buka awal tahun ini, Anas sudah pernah berkunjung di Omah Ngedotz sebagai bentuk dukungannya.

"Bukannya ini baru, alasannya dari programnya bupati. Program perbaikan nilai gizi masyarakat, kami ingin mendukung, seperti minum susu gratis, perbaikan gizi, mengenalkan susu segar dan meningkatkan nilai ekonomis susu," tuturnya.

Toton melanjutkan, di Banyuwangi baru di Omah Ngedotz yang menjual sajian menu minuman dan kuliner berbahan dasar susu segar. Ketika di Banyuwangi sudah banyak warung atau cafe kopi, Toton ingin menawarkan hal baru di Banyuwangi dengan nyusu di Omah Ngedotz.

"Boomingnya di banyuwangi itu kafe, yang lain condong di kopi. Ini pertama kalinya yang susu. Kita seratus persen susu murni," kata Toton.

Salah satu menu favorit di Omah Ngedotz yakni tahu krispi susu. Toton megatakan pelanggan sangat suka dengan menu tersebut. Tampilan luarnya sama dengan tahu walik khas Banyuwangi pada umumnya. Namun di dalam tahu, terdapat susu padat yang sudah difermentasi dicampur berbagai rempah.

Rasa tahunya sangat renyah, dipadukan dengan susu lembut. Omah Ngedotz menyajikan tahu krispi susu dengan sambal pedas. Anda bisa merasakan rasa natural tanpa menggunakan sambal. Namun bila ingin mendapatkan sensasi lain yang gurih dan pedas, bisa mencolekkan tahu ke sambal.

Satu porsi, tahu krispi susu hanya dihargai Rp 8 ribu. Sedangkan segelah susu fresh, dibanderol mulai harga Rp 4 ribu saja. "Kita di sini tidak murni bisnis, kita jual mulai dari harga Rp 4 ribu sampai 10 ribu. Sudah dengan varian rasanya. Tujuannya itu tadi, ingin mengenalkan, memberikan susu segar dengan harga terjangkau dan mendukung program perbaikan gizi," ujarnya.

Omah Ngedotz buka mulai pukul 12 siang sampai 10 malam. Di sana, Anda bisa nyusu sambil akses wifi di atas kursi sofa. Ada juga perpustakaan kecil bagi yang suka membaca buku.

(mt/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI