BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. PARIWISATA
Wisata Alam

Cerita bule asal Amerika kagum dengan pagelaran Makarya Banyuwangi

"Saya suka, tempatnya sangat sejuk. Banyak pohon, ada sungai juga. Suatu saat saya akan kembali lagi ke sini," ujar Evan.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 6 Februari 2017 11:44

Merdeka.com, Banyuwangi - Menikmati liburan akhir pekan di Banyuwangi, ratusan masyarakat mengunjungi pagelaran Masyarakat Kaki Raung Berkarya (Makarya) di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Mulai sekitar pukul 10.00 WIB, berbagai pertunjukan seni-budaya dari sembilan desa di Kecamatan Songgon secara bergantian ditampilkan. Ada yang membawakan instrumen musik tradisional Banyuwangi, kesenian barong prejeng, gandrung dan beragam pertunjukan lain.
 
"Ya seneng bisa datang ke sini bersama keluarga. Ada fasilitas permainan anak-anak, pemandangannya juga bagus. Pertunjukannya juga menghibur," ujar Andre, salah satu pengunjung kepada Merdeka Banyuwangi, Minggu (5/2).

Pagelaran Makarya yang dilaksanakan dengan gotong royong ini juga dihadiri puluhan wisatawan dan seniman mancanegara. Kedatangan para Wisman dan seniman ini juga memantik perhatian warga untuk datang, bisa nonton bersama. Beberapa juga minta foto selfie.

Evan, salah satu Wisman asal Amerika yang hadir merasa senang dan mengagumi paronama alam lokasi acara di kaki Gunung Raung. "Saya suka, tempatnya sangat sejuk. Banyak pohon, ada sungai juga. Suatu saat saya akan kembali lagi ke sini," ujar Evan yang sebelumnya, sudah ada di Bali selama enam bulan.

Lokasi Pagelaran Makarya, memang berada di area persawahan, hutan pinus dan sungai yang menjadi objek wisata arung jeram. Selain sejuk, nuansa alami dan tradisional menguatkan nilai kearifan lokal yang coba dibangkitkan kembali.

Dihadiri seniman luar

Pagelaran ini juga dihadiri oleh puluhan wisatawan dan seniman mancanegara. Para tamu tersebut berkolaborasi dengan seniman lokal untuk bermain pertunjukan seni-budaya di Banyuwangi.

Mulai Australia, Kanada, Inggris, Perancis, Belanda, Ceko, Korea, Kroasia dan Amerika. Musisi mancanegara
Marchel, salah satu Wisman asal Republik Ceko mengaku senang dengan keramahan masyarakat Songgon, Banyuwangi. Budaya saling sapa dan tersenyum menurutnya masih lestari.

"Saya pertama kali di Banyuwangi, dan pertama kali di acara seperti ini. Dan ini luar biasa. Orang ramah. Ada tari, ada musik, semua bisa berkumpul bersama menikmati pertunjukan di sini," ujar Marchel.

"Aku pikir, budaya, musik, tari, rupa, apapun yang bisa membuat semua orang ikut dan bersatu. Tanpa mengenal agama dan etnis. Semua ramai datang untuk menononton dan senang, tertawa bersama," jelasnya.

Pria yang sudah keliling di beberapa kota seperti Solo, Yogya, Bogor dan Jakarta sejak delapan tahun yang lalu ini, menilai keramah tamahan dan kearifan seni budaya di Banyuwangi perlu dijaga.

"Orangnya happy, mau ngobrol. Tidak ribut. Saya pikir mungkin di tempat lain sudah hilang seperti di kota-kota besar. Jarang menyapa, dan berkumpul bersama. Sudah sedikit hilang, seperti menawarkan 'ayo minum kopi dulu'," ujarnya mencontohkan.

(mh/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI