BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. PARIWISATA
Wisata Pantai

Menara Pantau di Pulau Merah sudah beroperasi

"Bagi saya, ujung tombak dalam pariwisata adalah keamanan. Untuk terciptanya keamanan, tidak ada kompromi lain lagi," ujar Suyitno.

Oleh: Suci Rachmaningtyas 23 Maret 2016 10:33
Menara pantau pantai Pulau Merah

Merdeka.com, Banyuwangi - Pulau Merah, salah satu destinasi wisata andalan di Banyuwangi. Pantai berpasir putih tersebut menjadi objek wisata menarik minat wisatawan nusantara hingga asing. Tak hanya pesona pantai yang menarik, gulungan ombak di sana digandrungi para peselancar.

Selain prasarana untuk kegiatan berselancar, salah satu hal terpenting dari Pulau Merah adalah adanya para penjaga pantai atau life guard. Salah satu Sabta Pesona dalam dunia pariwisata adalah keamanan. Tentunya, para penjaga pantai pun memiliki komitmen untuk meningkatkan pelayanan dalam menjaga keamanan pengunjung.

Salah satu peningkatan pelayanan di Pulau Merah adalah dibangunnya menara pantau bagi para penjaga pantai. Menurut Suyitno, selaku koordinator life guard di sana, pembangunan menara pantau di Pulau Merah baru selesai pada awal Maret 2016.

"Bagi saya, ujung tombak dalam pariwisata adalah keamanan. Untuk terciptanya keamanan, tidak ada kompromi lain lagi," ujarnya kepada Merdeka Banyuwangi (22/3).

Menara pantau yang dibangun dari kayu gelugu tersebut bertingkat tiga, sehingga cakupan jarak pandang mampu menyisir sisi Timur hingga Barat pantai. Menurut salah seorang life guard, Ali Mabrur, pembangunan menara tersebut adalah inisiatif dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan dukungan Pusat Latihan Tempur 07 (Puslatpur) Marinir Lampon, Lanal (TNI AL) Banyuwangi dan Perhutani.

Menurut Suyitno, data dari 2012 hingga sekarang terjadi kasus 297 kali pengunjung yang terseret ombak. Dalam ratusan kasus tersebut, korban tewas terjadi satu kali. Suyitno menjelaskan, korban tersebut meninggal di rumah sakit.

"Kami tidak ada akomodasi untuk penyelamatan hingga ke rumah sakit. Bahkan untuk ke puskesmas terdekat di Pesanggaran saja kami kerepotan mencari kendaraan," ujar ketua life guard Pulau Merah, Bejo Lukito.

Para penjaga pantai yang siap siaga dari jam lima pagi tersebut mengatakan jika proses penyelamatan pengunjung yang terseret ombak hanya menggunakan long board tipe 9.0. Mereka hanya mengandalkan kerja sama tim dan alat seadanya tanpa perahu karet maupun rescue boat. Diharapkan, dengan adanya menara pantau baru, proses pemantauan dan penyelamatan dapat semakin optimal.

(mt/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI