BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. PARIWISATA
Zona Turis

Menikmati wisata alam di Desa Banjar sambil belajar Legenda Rondo Reni

Banyuwangi tak pernah kehabisan destinasi wisata.

Oleh: Suci Rachmaningtyas 15 Maret 2016 10:58

Merdeka.com, Banyuwangi - The Sunrise of Java memang pantas disandang kota Banyuwangi. Pesisir pantai dari arah Utara hingga ke Timur pastilah mempertontonkan matahari terbit untuk pertama kalinya di pulau Jawa. Keindahan tersebut tak terelakkan lagi ketika wisatawan menyerbu pantai untuk sekadar menikmati mentari pagi.

Banyuwangi tak pernah kehabisan destinasi wisata. Baru-baru ini salah satu desa di kaki gunung Ijen mulai gencar memperkenalkan opsi berlibur yang lebih segar. Adalah desa Banjar berada di Kecamatan Licin mulai berbenah untuk menarik minat wisatawan.

Selain menyuguhkan bentangan sawah terasiring dengan pemandangan tak kalah dengan persawahan di Ubud, desa Banjar juga memunculkan kembali legenda rakyat untuk menarik wisatawan. Legenda tersebut adalah kisah Rondo Reni yang menceritakan sebuah kasih sayang ibu terhadap anaknya.

Rondo yang berarti Janda, mengisahkan tentang kehidupan seorang ibu bernama Reni dengan satu orang anak. Suatu ketika si janda meninggal dunia hingga harta benda yang dimiliki si anak pun lambat laun mulai habis. Dalam masa sulit itulah kemudian si anak berkunjung ke makam ibunya.

Sesampainya di makam sang ibu, si anak terkejut dengan adanya pohon aren. Anak tersebut pun mengambil batu dan melemparkannya ke arah buah aren berada di atasnya. Hingga ketiga kalinya ia melempar batu tersebut, tiba-tiba meneteslah air. Anak tersebut semakin terkejut ketika lidahnya merasakan rasa manis dari air cucuran buah yang dilemparkan tadi. Berjalannya waktu, air manis yang tumbuh dari pohon aren di makam sang ibu tadi menjadi sumber penghasilan anak tersebut karena ia berhasil mengolahnya menjadi gula aren.

“Legenda ini bukan cerita apus-apusan (buatan). Bisa ditanyakan di setiap daerah seperti di Segobang atau Kalir, semuanya sama. Sejarahnya sama, hanya saja selama ini tidak dikemas secara benar. Makanya saya ingin mengorbitkan kepada kawula muda bagaimana gula aren ini bisa dikenal kembali," terang Nur Hariri sebagai kepala desa Banjar yang sangat antusias dengan kedatangan banyak tamu.

Hariri berharap dapat memperkenalkan desa wisata Banjar tidak hanya terpaku pada keindahan alam semata. Namun juga memberikan edukasi sejarah pada wisatawan yang ingin mengenal desa Banjar lebih jauh lagi.

(mh/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI