BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. PROFIL
profil

Ismono tukang pijat urat yang sudah keliling Asia Tenggara

Rata-rata dalam satu bulan dia bisa keliling negara di kawasan Asia Tenggara.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 21 Desember 2016 14:18
Ismono

Merdeka.com, Banyuwangi - Ismono (51) sudah 9 tahun menekuni profesi menjadi tukang pijat urat. Terutama menyebuhkan penyakit stroke dengan cara tradisional. Dinilai berhasil menyembuhkan banyak orang, dengan kemampuannya in, dia sering diundang ke luar negeri untuk memijat.

Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam sudah sering dikunjungi Ismono. Menariknya ilmu tradisional ini merupakan keahlian turun temurun. Tanpa melalui pendidikan kesehatan formal.

"Awalnya saya tukang becak. Kalau belajar mijat sudah sejak muda dari Ibu saya," ujar Ismono di Dusun Kumis Wetan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Cara memijatnya tidak jauh berbeda dengan lainnya. Ada tahapan sentuhan titik-titik yang perlu dilemaskan, kemudian dia menggunakan lap yang sudah dibasahi dengan air hangat. Lantas ditaruh di bagian badan pasien.

Melalui cara tersebut, dia mengaku bisa mencegah sampai menyembuhkan gejala stroke ringan sampai sedang. "Alhamdulillah atas pertolongan dan izin Allah diberi kesembuhan,” ujarnya. Tentunya, kata Ismono tidak bisa langsung sembuh. Perlu dilakukan terapi secara rutin.

Ismono
© 2016 merdeka.com/Mohammad Ulil Albab

Stroke, kata Ismono, merupakan efek penyumbatan pembuluh darah. Sehingga darah tidak bisa lancar mengalir ke otak manusia. Melalui terapi pemijatannya tujuannya agar aliran darah bisa kembali lancar. Dengan cara itu rata-rata dalam satu bulan dia bisa keliling negara di kawasan Asia Tenggara. "Kurang lebih sebulan sekali ke luar negeri. Besok ini mau ke Singapura," ujarnya.

Dia pun juga pernah dikasih rumah oleh pasien karena bisa menyembuhkannya. "Saya dikasih rumah sama uang karena dia bisa sembuh," ujarnya menjelaskan riwayat rumah yang dia tinggali saat ini.

Kemampuannya memijat, membuat Ismono punya prinsip. Bahwa jasanya tidak boleh diperjual belikan dengan tarif pasti. "Saya tidak pernah menentukan tarif, seikhlasnya saja karena ilmu tidak boleh dijual," jelasnya.

Agar terhindar dari stroke, dia menyarankan agar bisa menjaga pola makan yang sehat. "Agar tetap sehat dan bugar juga sebaiknya mengatur pola makan gizi seimbang, pola hidup yang bersih dan sehat, berolahraga rutin,“ ujarnya.

(ff/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI