BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. PROFIL
profil

Peserta asal Denmark mengaku terkesan dengan Sirkuit Muncar Banyuwangi

Tantangan lain adalah perihal cuaca terik.

Oleh: Suci Rachmaningtyas 2 April 2016 19:43
Jimmy Nygaard Therkelsen

Merdeka.com, Banyuwangi - Banyuwangi International BMX Competition digelar pada hari ini hingga esok hari. Salah satu peserta turnamen, Jimmy Nygaard Therkelsen asal Denmark mengaku terkesan dengan Sirkuit Muncar.

“It’s little hard because it’s so different. The terms for instance, they are not the same as in Europe. Also some of the jump that more like strive and kinky than the one we used too. And then the layer is not as fast as in Europe. But that’s alright,” ujarnya kepada Merdeka Banyuwangi, Jumat malam (1/4).

Saat ditemui di Pendopo kabupaten Banyuwangi, bule yang ingin ke kawah Ijen tersebut mengungkapkan tantangan yang ia rasakan lebih besar saat melakukan latihan di Sirkuit Muncar pada Jumat (1/4) sore. Namun ia optimis dapat menakhlukkan sirkuit BMX terbesar di Indonesia tersebut.

“I’m here to win. I’m a list to podium, I’m going to win,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Therkelsen juga sempat menyatakan jika tantangan lain adalah perihal cuaca terik. Ia menceritakan perbedaan suhu di negaranya yang mencapai 5 derajat celcius. Saat ia mengikuti world cup di Argentina, ia juga merasakan cuaca terik yang nyaris sama dengan di Indonesia.

Kompetisi BMX tingkat internasional kali ini mempertemukan atlet-atlet dari berbagai negara. Sekitar 328 peserta kelas dunia dari Thailand, Denmark, Malaysia, Jepang, Australia, Timor Leste, Swiss, termasuk Indonesia. Therkelsen menyatakan, saingan terberat adalah bagaimana menakhlukkan dirinya sendiri.

“I dont know. Myself, I’ve said,” ujarnya sambil tertawa.

Nah, melalui Banyuwangi International BMX Competition 2016 di Sirkuit Muncar pada 2 hingga 3 April ini, target pasar bisa diraih. Paling tidak, dikompetisi yang kali pertama ini, 328 atlet, baik nasional maupun luar negeri sudah siap menaklukkan 'angkernya'‎ Sirkuit BMX Muncar.

"Dengan event ini, kami ingin menarik perhatian pasar penggemar BMX yang sangat besar di Indonesia. Event ini juga menjadi ajang pengenalan, kami punya sirkuit terbaik di Indonesia dengan standar UCI (Union Cycliste International)," terang Anas.

Banyuwangi, lanjut dia, ingin terus mengembangkan pasar wisata minat khusus berkonsep sport tourism, seperti Kompetisi Balap Sepeda BMX, International Tour de Ijen Banyuwangi, selancar, selam, serta olahraga dengan konsep wisata lainnya.

Dengan menggelar lomba BMX ini, Anas juga berharap, para penggemar BMX kelas dunia bisa kembali berkunjung dan menyalurkan hobinya di srkuit miliki Banyuwangi.

"Jadi, dampak pasca event ini cukup besar. Apalagi, jalinan komunitas BMX sangat besar dan kuat, sehingga pemasaran dari mulut ke mulut akan lebih mudah dilakukan," katanya.

Masih kata Anas, "Saya baca salah satu riset Active Marketing Group di Amerika Serikat. Di sana, ada hampir 500 ribu penggemar BMX yang menggunakan sepedanya lebih dari 100 hari dalam setahun. Dan lebih dari 10 persennya memiliki pendapatan setara hampir Rp1 miliar per tahun."

"Di Indonesia, dari diskusi yang disampaikan teman-teman ISSI, banyak di antara penggemar BMX adalah kelas menengah ke atas. Ke depan mereka bisa beratraksi di Sirkuit Muncar Banyuwangi sekaligus berwisata," tandas Anas.

(ff/sr)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI