BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. SENI DAN BUDAYA
Seni dan Budaya

Legenda Barong Kemiren yang sarat makna sebagai petuah hidup

"Nama barong, berarti bareng-bareng (bersama-sama) melestarikan budaya. Mulut menganga bermakna; barong tidak boleh serakah," kata Sucipto.

Oleh: Mochammad Andriansyah 5 April 2016 13:08
Kesenian Barong Kemiren

Merdeka.com, Banyuwangi - Tak hanya lagu, gending, dialog dan ceritanya menggandung petuah. Wujud Barong Kemiren, juga mengandung filosofi mendalam. ‎Tiap jengkal bentuknya, mengajarkan manusia menghargai sesama dan tunduk pada Yang Maha Kuasa.

Barong Kemiren, merupakan kesenian kuno asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang dibuat pada Abad XVI. Kesenian adat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, ini juga disebut Barong Using atau Osing, karena seni pertunjukan rakyat ini ‎berasal dari Desa Kemiren, sebuah perkampungan asli Suku Osing. ‎

Menurut generasi keenam Barong Kemiren, Sucipto, barong yang dibuat Mbah Sapuah atas petunjuk gaib Mbah Buyut Cili, pendiri Desa Kemiren, itu ‎mengandung filosofi hidup.

"Nama barong, berarti bareng-bareng (bersama-sama) melestarikan budaya. Mulut menganga bermakna; barong tidak boleh serakah. Jika butuh makan, harus bekerja keras untuk masa depan rumah tanggamu," terang Sucipto pada Merdeka Banyuwangi beberapa hari lalu.

Barong Kemiren juga memiliki dua sayap, yaitu sayap laki-laki dan perempuan. "Makna dari dua sayap barong, jika kamu hendak ke mana-mana (terbang), silakan. Suka-suka saja‎. Asal jangan malas, bekerjalah meski sudah kaya-raya, seperti yang dimaknakan pada mulut barong yang menganga," kata bapak dua anak ini.

Keling (lekukan pada topi barong) dengan kepala garuda menghadap ke belakang. "Ini sebagai pengingat. Barong harus ingat bahaya di belakang. Meski ada wanita cantik menggoda, barong harus ileng (keling) atau waspada. Barong harus selalu tepo seliro, kalau kata orang Kemiren," sambung Sucipto.

Suami Kholilah ini juga menceritakan makna simbol angsang di kepala barong. "Artinya, punya pikiran jangan merangsang. Kalau ada tetangga memiliki apa-apa (kaya) jangan pernah iri-dengki. Merasalah bahagia, karena esok kamu bakal mendapat apa yang kamu inginkan."

Di kepala barong, juga terdapat mahkota mirip kubah masjid. Kata Pendiri Sanggar Barong Sapu Jagat ini, mahkota barong sebagai simbol ke-Islaman barong.

"Kalau ke Islaman itu dirangkum dengan segala perbuatan, semua akan tunduk pada pikiran, pada budi pekerti baik, yang semuanya bermuara pada Yang Maha Kuasa. Jika semua digabungkan, putihlah seperti tanda warna kain yang dikenakan barong."

Barong Kemiren juga memiliki rumbai-rumbai yang diibaratkan sebagai keluarga besar. Jika semua keluarga bersatu, maka akan kuat. "‎Kemudian ada rumbai-rumbai yang mengibaratkan anak-cucu, menantu, orang tua, canggah, kalau bersatu akan kuat. Ada kebersamaan seperti warna kain putih dikenakan barong."

"Di kemiren, siapa yang datang harus ramah, harus disambut dan dilayani dengan baik. Siapa yang datang ke kita, kalau berbuat jahat, biarlah kejahatan itu Tuhan lah yang akan membalasnya. Inilah makna wujud keseluruhan Barong Kemiren," terang Sucipto.

(mt/ma)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI