BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. SENI DAN BUDAYA
Seni dan Budaya

Melihat rumah produksi alat seni Singo Barong terbesar di Banyuwangi

"Pelaku seni dari Glagah, Kedayunan, Ketapang, terus di sini sendiri, Argopuro ambilnya juga ke sini," ujar Suripto.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 17 Mei 2016 14:40
Rumah produksi alat kesenian Singo Barong

Merdeka.com, Banyuwangi - Sanggar Seni Singo Barong di Kelurahan Singoturunan, Banyuwangi, merupakan rumah produksi alat kesenian terbesar yang masih bertahan. Tidak hanya menerima pesanan alat kesenian barong, di sana juga menerima tanggapan pertunjukan kesenian Barong.

Suripto, pemilik Sanggar Seni Singo Barong, mengatakan sebelum dia mendirikan rumah produksi alat kesenian barong pada 2007, di Banyuwangi belum ada yang menjual barong. Kalaupun ada hanya sebatas menerima pesanan untuk pembuatan barong.

"Cuma sini kerajinan kesenian. Kemiren, Kedayunan ambil sini. Banyuwangi hampir semua ambil dari sini. Pelaku seni dari Glagah, Kedayunan, Ketapang, terus di sini sendiri, Argopuro ambilnya juga ke sini. Di Kemiren itu ada, tapi gak ngedol (tidak menjual), cuma membuat satu. Kalau saya langsung saya jual," ujar Suripto Minggu (1/5).

Pria kelahiran 1959 ini sebenarnya sudah bergelut di bidang kesenian pertunjukan kesenian barong sejak 1999. Saat itu, usahanya dimulai dengan membuat sanggar seni Suro Wencono. Sejak bergelut dengan kesenian pertunjukan barong, Suripto sudah bisa membuat kerajinan barong.

Kemampuan tersebut lantas dikembangkan untuk membuat dan menjual alat kesenian lain, seperti kucing-kucingan, macan-macanan, omprok gandrung dan pitik-pitikan. Usaha itu berjalan sejak 2007 dengan mengganti nama Sanggar Seni Singo Barong yang berjalan hingga saat ini.

Menariknya, sebelum terjun di usaha kerajinan kesenian barong, Suripto merupakan seorang kernet truk dan sopir angkutan umum.

"Saya awalnya jadi kernet angkutan umum mulai tahun 77 sampai tahun 85 di daerah Gombeng, Suko. Terus nyupir di terminal Blambangan. Habis itu ikut angkutan barang ke Jakarta, jadi kernet truk gandeng. Itu tahun 93 sampai 2002. Baru tahun 2007 saya mulai buat dan menjual ini barong, yo pitik-pitikan, macanan-macanan itu," ujarnya.

Saat ini, kerajinan seni karya Suripto tidak hanya dijual ke lingkungan Banyuwangi. Pelanggan alat kesenian khas Using ini sudah ada dari luar daerah, bahkan provinsi. "Yang sudah pesen ada Sulawesi pernah, Kalimantan, Kediri, Lombok. Macam-macam alat kesenian sudah dipesan, kayak macan cloknya itu, Barong, kucing kucingan, puluk gandrung (omprok), Pitik pitikan," ujarnya.

(mt/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI