BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. SENI DAN BUDAYA
Seni dan Budaya

Musik Patrol akan ramaikan penutupan Festival Ramadan di Banyuwangi

"Kami ingin mengenalkan tradisi warga muslim yang ada di sini (Banyuwangi) lewat Festival Patrol."

Oleh: Mochammad Andriansyah 25 Juni 2016 15:45

Merdeka.com, Banyuwangi - Festival Ramadan 2016 di Banyuwangi, Jawa Timur masih berlangsung. Puncak acara akan diramaikan Festival Patrol yang digelar pada Minggu (26/6). Dan event religi ini baru akan berakhir pada 27 juni lusa.

Festival Patrol digelar karena Pemkab Banyuwangi ingin mengenalkan tradisi kaum muslim di Indoensia saat bulan Ramadan, yaitu membangunkan orang sahur dengan musik patrol.

Musik patrol yang difestivalkan di Banyuwangi adalah musik etnik khas Tanah Blambangan yang seluruh instrumennya terbuat dari bambu dengan bentuk gong, kempul, angklung, kendang, dan seruling.

Musik patrol juga kerap melantunkan syair-syair dari Kitab Barjanji dan lagu daerah khas Banyuwangi. "Kami ingin mengenalkan tradisi warga muslim yang ada di sini (Banyuwangi) lewat Festival Patrol. Selain itu, juga memelihara tradisi unik ini agar tetap lestari dan terus dilakukan masyarakat, agar tradisi ini tidak tergerus perkembangan teknologi," kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda, Sabtu (25/6).

Peserta Festival Patrol berasal dari seluruh kecamatan di Banyuwangi. Masing-masing kecamatan mengirimkan satu kelompok grup patrol. Karena jumlah kecamatan di Tanah Osing (Using) ini ada 24 kecamatan, maka jumlah peserta festival juga 24 grup.

Satu grup terdiri dari 12 orang, masing-masing orang menguasai sejumlah alat musik berbeda, seperti seruling, therotok, gong, tempal, kentongan atau pethit. Selain alat musik, grup peserta, juga membawa penyanyi atau vokalis untuk membawakan sejumlah lagu-lagu Islami.

Lagu-lagu wajib dibawakan dalam festival antara lain; Muruk Ngaji, Tombo Ati, dan Muji Syukur. "Dalam patrol ini, peserta tidak dibolehkan membawa benda-benda membayakan seperti obor, petasan atau sejenisnya. Sehingga suasana Ramadan tetap terasa tenang. Untuk menopang bunyi alat musik agar lebih keras, peserta bisa gunakan aki," sambung Bramuda.

Di festival para peserta akan berkeliling kampung selama dua malam. Di Malam pertama, mereka mengambil start dari depan Stadion Diponegoro dan finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan dengan melewati jalanan di kampung-kampung.

Rutenya adalah, Jalan Kapuas, Musi, Bengawan, dan Serayu. Kemudian pada malam kedua, masih mengambil start di depan Stadion Dipongoro. Hanya saja, finish-nya di depan RTH Taman Makam Pahlawan. Jalur yang dilalui antara lain; Jalan Jagung Suprapto, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Ikan Putihan.   

"Di Festival Patrol kali ini, kita akan memilih lima grup terbaik. Mulai dari teknik penabuhan patrol, atraksi penampilan, harmonisasi antara irama musik dan gending yang dibawakan. Selain itu juga kekompakan, semangat dan ketertiban saat berpatrol juga akan kami nilai," ungkapnya.

Sekadar tahu, sejak Festival Ramadan ini digelara pada 9 Juni lalu, pelbagai kegiatan sudah digelar. Seperti Festival Hadrah Pelajar  pada 10 hingga 11 Juni, Tartil Alquran (9-27 Juni), kemudian ada Banyuwangi Islamic Expo (8-18 Juni). Dan yang terakhir adalah Festival Patrol (26-27 Juni).

(mh/ma)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI