BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. SENI DAN BUDAYA
Festival Banyuwangi

Semarak Festival Kuntulan lantunkan lagu-lagu Islami di Banyuwangi

Anas sedang merancang kuntulan sebagai bagian atraksi Banyuwangi Festival.

Oleh: Mohammad Ulil Albab 8 Oktober 2018 12:05

Merdeka.com, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi terus mengembangkan beragam keseniannya. Salah satunya adalah kuntulan, sebuah kesenian di mana penarinya membawakan bait-bait pujian Islami dengan alunan musik hadrah.

Festival Kuntulan Caruk digelar Sabtu malam (7/10), yang diikuti grup-grup kuntulan se-Banyuwangi. Kumandang musik yang mengandung nilai-nilai Islami melantun dan menyita perhatian ribuan penonton yang menyemut di Taman Blambangan sebagai lokasi acara.

Kuntulan sendiri adalah salah satu kesenian khas Banyuwangi dengan musik hadrah yang melantunkan lagu-lagu Islami. Adapun “caruk” berarti bertemu.

“Jadi Festival Kuntulan Caruk ini semacam lomba yang mempertemukan grup-grup kuntulan. Ini ikhtiar untuk terus merawat kesenian kuntulan sebagai satu bagian tak terpisahkan dari kegiatan dakwah,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakan, dari musik kuntulan tersebut, publik bisa melihat inklusivisme nilai-nilai Islam dalam kesenian ini. Anas mengaku sedang merancang Kuntulan sebagai bagian atraksi Banyuwangi Festival. Kuntulan akan ditampilkan kolosal dalam sebuah pertunjukan.

"Kita akan meredesain kuntulan. Tariannya cukup 40 persen saja, dengan unsur musik yang lebih dominan. Karena kehebatan kuntulan terletak di musiknya yang rancak, dengan memadukan alat musik terbang (rebana) dan jidor. Puji-pujiannya menunjukkan nilai-nilai Islam yang teduh dan mengayomi, sehingga ini juga bagian dari dakwah," ujar Anas.

Di Banyuwangi, Tari Kuntulan biasanya tampil pada waktu peringatan hari besar keagamaan. Para penarinya menampilkan tari Rodat, cara berpakaian atau busananya juga santun. Seperti memakai kerudung dan sarung tangan, hingga memakai kaos kaki yang menutupi seluruh aurat pada tubuh, sehingga sangat kental sekali dengan ajaran agama.

Para wisatawan mancanegara juga asyik menikmati aksi Festival Kuntulan tersebut. "Ini unik dan menarik sekali. Tariannya bagus, penarinya khas memakai sarung tangan dan kaos kaki. Kesannya rapi, tapi menarik. Bunyi alat musiknya juga keren. Saya senang berkesempatan nonton kesenian tradisional ini," kata Thobias, turis Jerman, yang tak beranjak dari tempat duduknya hingga acara berakhir.

(mh/mua)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI