BANYUWANGI
  1. BANYUWANGI
  2. SENI DAN BUDAYA
Seni dan Budaya

Tabuh drum, Bupati Anas buka Festival Jazz Pelajar 2016

Usai dibuka, panggung SJF langsung dihipnotis permainan musik dari band-band pelajar.

Oleh: Mochammad Andriansyah 22 April 2016 15:32
Abdullah Azwar Anas

Merdeka.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas tabuh drum sebagai tanda dimulai Student Jazz Festival (STF) 2016, di parkiran Stadion Diponegoro, Jumat (22/4). SJF ini merupakan kali pertama masuk agenda rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest), yang digelar tiap tahun.

Selain itu, SJF juga menjadi event pembuka dari seluruh gelaran musik jazz yang sudah menjadi event wajib B-Fest. Di tahun ini, selaian SJF, ada empat event musik jazz yang akan menyusul di antaranya Ijen Summer Jazz I, II dan III serta Banyuwangi Beach Jazz.

“Event ini sengaja digelar sebagai wadah bagi kreativitas pelajar di bidang musik. Student Jazz Festival tidak hanya menampung bakat bermusik para pelajar, tapi juga memperkaya wawasan musik. Ini juga jadi sebuah forum yang fresh dan enjoy untuk melepas kepenatan para pelajar di sekolah,” terang Bupati Anas saat membuka SJF.

Usai dibuka oleh Anas, panggung SJF langsung dihipnotis permainan musik dari band-band pelajar. Salah satunya band dimotori pelajar asal SMAN 1 Genteng. Meski pemula para musisi junior ini mampu menyihir para penonton. Lagu Banyuwangi Edan Turun yang dibawakannya, mampu diaransemen dengan warna jazz yang begitu ‘wow.’

Usai menggeberak panggung, Syina, vokalis band asal SMAN 1 Genteng ini mengatakan, penampilan di atas pangung SJF merupakan yang pertama kali. “Ini pengalaman pertama kami. Sempat grogi sih. Tapi sekarang sudah lega bisa lancar mainin musiknya tadi,” kata Syinia, yang juga mengaku telah berlatih intens selama dua minggu ini.   

Pun begitu dengan musisi pelajar lainnya yang ikut tampil di SJF, Ardiansyah pelajar kelas 10 SMA Darussolah Singojuruh. Mengaku sebelum tampil di SJF, band yang dibentuknya bergenre pop. Namun pemain keybord ini sejak dua bulan lalu bersama lima personel bandnya mulai belajar membawakan musik jazz. “Mungkin karena sudah biasa bermusik, pindah jalur jazz pun meski agak repot dengan accordnya tapi sekarang saya sudah mulai enak memainkan tempo ritmenya. Justru setelah manggung dari sini, kami bertekad akan terus di jalur jazz,” katanya.

Sementara Pemkab Banyuwangi mengaku akan tetap konsisten menggelar jazz pelajar di tiap eventnya. “Tahun depan, kami akan mengundang para pelajar pecinta jazz se Jawa-Bali untuk berfestival di Banyuwangi,” ucap Anas yang terus mengamati gelaran SJF ini.

SJF, akan digelar selama dua hari. Ada 40 band pelajar dari SMA se Banyuwangi yang ikut meramaikan. Tak hanya band asal Bumi Blambangan, band-band pelajar asal Surabaya, Jember dan Denpasar juga ikut tampil meramaikan Festival Jazz Pelajar ini.

“Untuk edisi selanjutnya, SJF akan digelar tidak hanya dua hari saja tapi selama satu minggu pada saat liburan sekolah. Biar makin banyak lagi band pelajar yang bisa tampil dan mengekspresikan musik mereka di atas panggung. Ini juga akan jadi kegiatan positif selama liburan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kedepannya SJF juga akan dibarengi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar lebih luas. Misalnya simposium pelajar nasional yang akan mengundang perwakilan OSIS seluruh Indonesia untuk berkonsolidasi di Banyuwangi. “Ini juga untuk melatih kemandirian dan kepemimpinan bagi pelajar,” kata Anas.

 

(ff/ma)

Join Merdeka.com
Komentar

KAMU PERLU TAHU

POPULER DI BANYUWANGI

BERITA BANYUWANGI