5 Isu hoax di tengah bencana gempa, jangan percaya

CEK-FAKTA | 3 Oktober 2018 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Pasca gempa di Palu dan sekitarnya, banyak kabar hoax yang tersebar. Kabar-kabar hoax tersebut tersebar di pesan instan Whatsapp dan media sosial seperti Facebook. Biasanya mereka menyebarkan berita bohong ini berupa pesan teks atau foto dan video yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Diharapkan warga untuk selalu mengecek kebenaran berita yang tersebar, sebelum disebarkan kembali yang lain.

Berikut beberapa berita bohong yang dilansir dari laman Kominfo:

1 dari 5 halaman

Hoaks Walikota Palu meninggal dunia karena gempa

kabar hoax. ©2018 Merdeka.com/Istimewa

Sebuah pesan beserta foto tersebar di Whatsapp berisi kabar duka, meninggalnya Wali Kota Palu, Hidayat. Setelah diselidiki, kabar itu bohong. "Innalillahi wa innailaihi rojiun walikota palu menggal dlm musibah tsunami di palu" seperti itu isi pesannya.

Kabar sebenarnya, Walikota Palu Hidayat tidak meninggal. Bahkan dia dalam keadaan sehat. Salah saeorang pengguna instagram mengunggah foto Hidayat beserta keterangannya. "Alhamdulillah wali kota palu sehat setelah cek semua warga kota Palu yang kena musibah, beliau baru bisa istrahat sejenak,"

Kabarnya, kini Hidayat turut serta melakukan tanggap darurat gempabumi di Palu, Sulawesi Tengah.

2 dari 5 halaman

Hoaks Mayat yang minta gempa

kabar hoax. ©2018 Merdeka.com/Akun Facebook Bombray Forest Forest

Kabar bohong ini sangat meresahkan masyarakat. Sebuah gambar mayat wanita dan dua polisi yang akan mengevakuasi tersebar di Facebook. Terakhir terlihat, sudah 146 kali dibagikan dan 46 komentar. Salah satu akun Facebook Bombray Forest Forest membagikan dua foto tersebut dengan keterangan "INILAH MAYAT LILI ALI DARI KADER NASDEM YG MINTA GEMPA DI PALU".

Setelah diselidiki, kabar itu bohong. Gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau. Dikutip dari datariau.com. berita tersebut telah dibuat sejak tahun 2015, dengan judul berita "Mayat Mengapung di Sungai Siak Ternyata Ibu Dari Sumbar Ingin Temui Anaknya di Pekanbaru"

3 dari 5 halaman

Ada penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu

Kabar Hoax. ©@_TNIAU

Sebuah pesan bohong tentang penerbangan gratis dari Makassar ke Palu beredar. Diharapkan masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan kabar tersebut. Dalam pesan teks itu juga dicantumkan jam penerbangannya.

"Bagi keluarga korban yg mau ke Palu bisa lewat Makassar, ada penerbangan gratis pesawat hercules Makassar-Palu, sehari 5 kali penerbangan mulai hari ini besok dan lusa.. Mohon disebarkan : Untuk wilayah Makassar

Jadwal Hercules malam ini jam 19.00 dan 03.00 subuh besok. Di Lanud Makassar. Khusus untuk tim medis dan keluarga korban yg ingin ke Palu. Sertakan fotokopi KTP."

Namun kabar sebenarnya, Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.

4 dari 5 halaman

Kabar banyaknya korban gempa yang berjatuhan

mayat. ©2018 Merdeka.com/kominfo

Sebuah foto dengan banyaknya jenazah berkain kafan tersebar di Facebook. Foto itu sudah disebarkan sebanyak 44 ribu kali dan 9100 orang memberikan komentar.

Namun foto itu tidak benar. Itu adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

5 dari 5 halaman

Kabar hoax adanya gempa dahsyat di Sulawesi

Kabar Hoax. ©Twitter @Sutopo_PN

Kabar bohong mengenai gempa susulan berkekuatan lebih dari 8,1 SR tersebar di pesan instan Whatsapp. Kabar bohong itu menyebutkan kalau informasi didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Tolong hubungi mama mea dll yang dipalu... Palu siaga 1.. Barusan temanku di BMKG habis periksa alat pendeteksi gempa yg dorang taro dilaut.. kalau gempa susulan akan ada.. lebih besar dari kemarin.. berkekuatan 8.1 keatas.. dan berpotensi tsunami yg lebih besar dari kemarin."

Pihak BMKG langsung menanggapi kabar tersebut. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menegaskan kalau berita itu bohong. "Ini hoax. Tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti," tulis Sutopo di akun Tiwitternya @Sutopo_PN.

BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan surat resmi bernomor KP.015/616/KBW.IV/IX/2018 untuk menanggapai kabar bohong itu. "Surat BMKG Wilayah IV Makassar Surat BMKG Wilayah IV Makassar(Twitter/BMKGSulsel) Sehubungan dengan kejadian gempa bumi terasa pada tanggal 28 September 2018 yang terjadi pada pukul 18:02:44 wita yang berpusat di 26 km utara Donggala Sulawesi Tengah dengan kekuatan M 7.4 SR, dan terkait dengan isu-isu prediksi kejadian gempabumi yang akan terjadi, maka BMKG Wilayah IV Makassar menegaskan bahwa gempa bumi dapat terjadi setiap saat namun hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksikan kapan gempabumi akan terjadi, bahkan sampai menentukan waktu kejadian gempa bumi." (mdk/has)

Baca juga:
LIPI pastikan prediksi soal gempa besar di Pulau Jawa hoaks
Jokowi minta Kapolri tangkap penyebar hoaks bencana gempa
Masyarakat diminta tak mudah termakan isu gempa susulan di Sulteng
Polri buru penyebar berita hoaks soal gempa & tsunami Sulteng
Atasi hoaks di Pilpres 2019, Bawaslu koordinasi dengan Polri dan Kominfo
Kubu Jokowi duga hoaks muncul karena pihak ketiga