CEK FAKTA: 30 Orang Dikabarkan Positif Corona di Puskesmas Penjaringan, Ini Faktanya

CEK FAKTA: 30 Orang Dikabarkan Positif Corona di Puskesmas Penjaringan, Ini Faktanya
CEK-FAKTA | 2 Juni 2020 16:04 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Beredar pesan berantai dan video berdurasi 27 detik yang memperlihatkan beberapa mobil ambulans dan petugas lengkap Alat Pelindung Diri (APD). Dalam video itu terdengar suara seorang perempuan yang menyatakan kalau ada 30 orang positif Virus Corona atau Covid-19 di Puskesmas Penjaringan, Jakarta Utara.

Berikut pesan berantai yang beredar di aplikasi perpesanan WhatsApp:

Pembantu baru dtg dr kampung 30 org, di agennya di rapid test dulu dan hasilnya reaktif semua, akhirnya di swab test dan termyata semuanya positif corona.

30 orang dikabarkan positif corona di puskesmas penjaringan

Penelusuran

Tim merdeka.com melakukan penelusuran kabar tersebut dengan menghubungi Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Achmad Imam Rifai. Menurutnya, narasi dalam video dan pesan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, jumlahnya tidak sebanyak itu.

"Hoaks. Itu hasil rapid tes di Kelurahan Penjaringan dan yang positif dan dibawa ke rumah sakit 19 orang," katanya saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (2/6).

Kami juga meminta konfirmasi kepada Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati. Dia menjelaskan, ada 23 warga Kelurahan Penjaringan yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 usai menjalani swab test.

"19 orang dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 RSKD (Rumah Sakit Khusus Daerah) Duren Sawit," kata Yudi.

Sementara empat orang lainnya adalah pasien positif Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun, mereka menjalani isolasi mandiri rumahnya masing-masing.

Yudi menjelaskan, 19 orang yang dirujuk ke RSKD Duren Sawit itu karena adanya beberapa alasan. Salah satunya adalah kondisi lingkungan rumah yang tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri.

Selain itu, adanya anggota keluarga dengan resiko tinggi seperti balita atau lansia, membuat mereka wajib ditangani di rumah sakit. Sehingga ketika terjadi sesuatu dapat langsung ditangani oleh pihak rumah sakit.

"Pengawasan dan pemantauan pasien saat isolasi di rumah sakit, lebih baik daripada isolasi mandiri di rumah. Lamanya isolasi di RS 14 hari, dan dilakukan swab menjelang selesai isolasi, dan apabila hasil negatif baru diperbolehkan pulang (sembuh)," kata Yudi.

Sementara terkait dengan asal mula 23 warga Kelurahan Penjaringan terpapar Covid-19, Yudi mengaku belum mengetahuinya.

"Belum tahu ya," katanya.

Kesimpulan

Narasi dalam video dan pesan berantai yang menyebut 30 asisten rumah tangga yang baru datang dinyatakan positif Covid-19 di Puskesmas Penjaringan adalah disinformasi. Faktanya, jumlahnya tidak sebanyak itu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami