CEK FAKTA: Benarkah Cairan Pemutih Pakaian Bisa Menjadi Bahan Pembuatan Disinfektan?

CEK FAKTA: Benarkah Cairan Pemutih Pakaian Bisa Menjadi Bahan Pembuatan Disinfektan?
CEK-FAKTA | 24 Maret 2020 13:11 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Cara pembuatan disinfektan dengan menggunakan cairan pemutih pakaian beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, dijelaskan pula ukuran perbandingan antara pemutih pakaian dengan pewangi. Berikut isi pesan tersebut:

"Monggo yg akan membuat cairan Disinfektan utk kegiatan penyemprotan mandiri.

Byclean (cairan pemutih) + air , klo ingin wangi + pewangi
Alat semprot seadanya (bisa pakai semprot burung), dan kain lap.

Byclean + air perbandingannya 1 : 9

Dg cara ini kita sudah menjaga lingkungan sendiri dari virus penyakit,secara mandiri

Info ini dari ka Puskas Pejuang (dr.Hani)"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, cairan pemutih pakaian bisa digunakan untuk pembuatan disinfektan dan sudah sesusai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam artikel yang dimuat Kompas.com berjudul "Bagaimana Cara Membuat Cairan Disinfektan Sendiri?" pada 21 Maret 2020, dijelaskan bahwa membuat disinfektan sendiri bisa dengan cairan pemutih pakaian atau pembersih lantai.

Peneliti Kimia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Joddy Arya Laksmono membenarkan bahwa cairan disinfektan bisa dibuat dengan campuran cairan pemutih pakaian atau pembersih lantai.

"Berdasarkan anjuran dari WHO, bahwa bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai desinfektan adalah etanol dan sodium hipoklorit (pemutih). Kebanyakan larutan bahan pemutih rumah tangga mengandung 5 persen sodium hipoklorit (50000 bpja klorin)," kata Joddy, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/3/2020).

Joddy menyebutkan, cairan pemutih pakaian merupakan bahan yang paling kuat dan efektif.

Akan tetapi, bahan ini mudah dinonaktifkan jika terdapat bahan organik.

Bahan aktif yang ada di dalam cairan pemutih yaitu sodium hipoklorit yang memiliki beragam fungsi.

"Efektif membunuh bakteri, jamur, dan virus, termasuk virus influenza," kata dia.

Joddy menyebutkan, cairan pemutih pakaian yang biasa digunakan sehari-hari bisa dilarutkan dengan air biasa. Perbandingannya, 1:100.

"Anjuran dari WHO seperti berikut, pengenceran 5 persen sodium hipoklorit dengan perbandingan 1:100 biasa dianjurkan. Gunakan 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air ledeng dingin (pengenceran 1:100) untuk disinfeksi permukaan," kata Joddy.

Bahan pemutih yang telah diencerkan ini dapat mendisinfeksi dalam waktu kontak 10-60 menit.

Joddy mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran perbandingan penggunaan cairan pemutih dan air. Diupayakan, konsentrasi sodium hipoklorit yang ada sudah tidak terlalu tinggi.

"Sesuaikan perbandingan bahan pemutih dan air menurut kebutuhan untuk mencapai konsentrasi sodium hipoklorit yang sesuai. Misalnya, untuk preparat bahan pemutih yang mengandung 2,5 persen sodium hipoklorit, gunakan bahan pemutih dua kali lebih banyak yaitu, 2 bagian bahan pemutih untuk 98 bagian air," jelas Joddy.

Kemudian laman Grid.id juga menuliskan tentang kandungan pemutih pakaian atau bayclin. Dalam artikel yang dimuat Grid.id berjudul "Beredar Video Cara Membuat Desinfektan dari Pemutih, Karbol, Pembersih Lantai, Efektif Bunuh Virus Corona?" pada 20 Maret 2020, dijelaskan kandungan bayclin yang bisa digunakan sebagai disinfektan.

Larutan pemutih, seperti bayclin mengandung zat aktif yaitu hipoklorit dengan konsentrasi 5.25 persen.

Dengan kandungan tersebut, larutan pemutih bisa dijadikan sebagai salah satu bahan untuk membuat desinfektan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection menyebut virus corona dapat mati dalam satu menit dengan melakukan disinfeksi permukaan benda dari beberapa bahan.

Bisa dengan menggunakan alkohol 62-71 persen, pemutih hidrogen peroksida 0,5 persen, atau pemutih rumah tangga yang mengandung 0,1 persen natrium hipoklorit.

Kesimpulan

Bayclin atau cairan pemutih pakaian bisa digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan disinfektan untuk membunuh virus dan bakteri. Namun, penggunaannya harus sesuai ukuran yang dianjurkan oleh WHO. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami