CEK FAKTA: Benarkah Jeruk Nipis hingga Aspirin Bisa Jadi Obat Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah Jeruk Nipis hingga Aspirin Bisa Jadi Obat Covid-19?
CEK-FAKTA | 3 Juni 2020 20:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar informasi tentang sejumlah bahan-bahan sederhana yang diklaim sebagai obat virus corona. Bahan-bahan tersebut tersedia di dapur, seperti jeruk nipis hingga aspirin. Informasi tersebut beredar di media sosial Facebook, salah satunya akun Facebook Kang'to pada 27 Mei 2020.

"Hindari Rumah sakitjika kalian sedang batuk,pilek, deman,anggap aja itu kalian kena covid, Obatnya gampang didapur banyak,

_jika batuk2 ambil jeruk nipis potong jadi dua peras dan masukkan ke air mendidih tambahkan gula sdikit, minum saat hangat2,

_Jika panas dan batuk beli obat Aspirin 100mg, dan parasetamol, dan minum vitamin atau banyak makan buah2an. jangan makan buah yg banyak getahnya, paling bagus jeruk dan Buah mengkudu,

3_Jika sesak nafas lakukan Nebul( caranya masak air saat air mendidih, uapkan hidung dan mulut diatas air mendidih tersebut ) Lakukan 2 kali sehari,

jangan pernah mau dirujuk ke RS kecuali sakit parah.

istirahat dirumah aja sampai bener2 sehat, bukan agak sehat tapi bener2 sehat,ingat COVID tdk sehebat sprti video2 viral yg bredar.

buang rasa takut pd covid jauh jauh, krn obatnya didapur sudah tersedia,

smoga bermanfaat, smoga masarakat +62 tambah pinter gak digoblok goblok sama Medsos, terutama video dr luar negri yg menakut nakuti masyarakat sedunia, tapi ingat jangan sampe meremehkan covid 19 tetap mengikuti protokol kesehatan.

insyaAllah tdk lama lagi smua akan terungkap, ada tujuan apa dibalik covid ini.

ingat Covid itu hanya penyakit batuk,pilek, Biasa,,,! Berpikir positif hilangkan rasa was was dan takut, itu akan menambah imun kita Naik.

slamat tinggal Covid,,,!,"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam artikel Liputan6 berjudul berjudul "Cek Fakta: Hoaks Resep Lemon dan Teh Panas untuk Sembuhkan COVID-19 dari Palestina" pada 10 April 2020, dijelaskan bahwa air lemon hangat belum terbukti sembuhkan Covid-19.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Faqih mengatakan bahwa mengonsumsi lemon dan teh panas dapat menyembuhkan virus corona COVID-19 belum terbukti.

"Belum ada bukti yang membenarkan hal tersebut," kata Faqih kepada Liputan6.com, Jumat (10/4/2020).

Kemudian dalam artikel mediaindonesia.com berjudul "Antibiotika Bisa Obati Covid-19, Hoaks yang Mendunia" pada 27 Mei 2020, dijelaskan bahwa antibiotika hanya bisa digunakan untuk mengobat bakteri.

Lembaga kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) memastikan antibiotika hanya bisa digunakan untuk mengobati bakteri, bukan virus. Adapun covid-19 adalah virus.

Sehingga, antibiotika tidak bisa digunakan untuk pengobatan ataupun pencegahan virus mematikan tersebut. Pemberian antibiotika dalam perawatan pasien covid-19 hanya untuk mengobati dampak infeksi bakteri.

Sejauh ini, menurut WHO, belum ada obat yang dipastikan bisa mengobati covid-19. Termasuk, hydroxychloroquine atau obat lainnya. WHO mengingatkan, penggunaan hydroxychloroquine dapat menimbulkan efek samping hingga kematian.

Berdasarkan penelusuran FactRakers, konten yang menyatakan covid-19 disebabkan bakteri juga tersebar di tabloid dan Facebook di Filipina. Dalam kabar yang beredar di Filipina juga menuduh WHO melakukan penipuan.

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Ini Perbedaan Gejala antara Infeksi Virus Corona dengan Flu atau Selesma" pada 3 Maret 2020, dijelaskan perbedaan virus corona dengan flu biasa.

Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengungkapkan bahwa selesma, flu, maupun infeksi virus corona tetap memiliki perbedaan secara gejala infeksi.

"Biasanya flu lebih cepat. Kalau dia gejalanya cepat seperti demam, sakit kepala atau pinggang, bahkan nyeri-nyeri sendi, lemas, ini biasanya influenza," kata Agus.

Sementara itu, common cold biasanya disertai dengan nyeri tenggorokan, meriang, terbatuk-batuk, serta hidung mampet bahkan di kedua bagiannya sehingga harus bernapas dari mulut.

"Ini modelnya rhinovirus atau coronavirus. Biasanya kalau influenza lebih ringan," kata Agung menjelaskan. Di sisi lain, untuk novel coronavirus, gejalanya hampir mirip dengan keduanya. Namun di sini, ada satu gejala khas yaitu sesak napas.

"Nah, yang terbaru ini ada gejala disertai dengan diare. Kalau flu biasa jarang-jarang ada diare," kata Agus. Yang pasti, gejala umum dari infeksi novel coronavirus adalah batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

"Dan pada kasus yang lebih berat, lama-lama akan terjadi progresivitas infeksi masuk ke paru, terjadilah pneumonia," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan virus corona baru, selesma dan influenza jarang menyebabkan pneumonia dan bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya infeksi novel coronavirus saja yang bisa berlanjut ke pneumonia bahkan mampu berakhir dengan kematian.

"Sama seperti SARS, MERS-CoV, juga komplikasinya cepat yang berlanjut jadi pneumonia," tandasnya.

Kesimpulan

Informasi tentang sejumlah bahan-bahan sederhana, seperti jeruk nipis, gula hingga aspirin yang diklaim sebagai obat untuk Covid-19 adalah belum terbukti kebenarannya.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami