CEK FAKTA: Disinformasi Aplikasi Pendeteksi Suhu Tubuh, Hanya Catat Tak Bisa Mengukur

CEK FAKTA: Disinformasi Aplikasi Pendeteksi Suhu Tubuh, Hanya Catat Tak Bisa Mengukur
CEK-FAKTA | 8 April 2020 11:18 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar informasi tentang aplikasi smartphone yang bisa mendeteksi suhu tubuh di WhatsApp. Selama pandemi corona, alat pendeteksi tubuh memang sedikit mahal. Alhasil, pendeteksi tubuh melalui smartphone menjadi salah satu alternatifnya.

Berikut isi informasi tersebut:

Selamat sore
Mohon izin berbagi
informasi Bagi rekan2, dan keluarga.
alat infrared thermometer untuk mengukur suhu badan kita sekarang harganya melonjak tinggi selama ada wabah Corona.
untuk itu saya beri solusinya kita pakai saja alat yang kita punya yaitu hp android , tinggal kita buka play store dan ketik "" Body temperatur diary "" dan install aplikasi tersebut di hp , setelah terinstall di hp kita tinggal buka aplikasi tsb, setelah terbuka klik tulisan strat lalu nanti ada tulisan , ( Diary, Diagram,Analize,SIM ) disini anda tinggal pilih SIM lalu ada gambar sidik jari tinggal jari jempol anda tempelkan digambar itu nanti langsung ada hasilnya suhu badan kita hasilnya di """CEL,"""itulah hasil suhu badan kita....sekian dan terima kasih , kiranya artikel saya ini bisa membantu kt untuk mendeteksi suhu badan yang berhubungan dengan maraknya wabah COVID 19 saat ini.


Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, ditemukan artikel Liputan6 berjudul "Beredar Pesan Menyesatkan soal Aplikasi Body Temperature Diary, Ini Faktanya" pada 7 April 2020. Dalam artikel Liputan6, dijelaskan bahwa aplikasi Body temperatur diary yang ditulis dalam informasi tersebut, tidak bisa digunakan sebagai pendeteksi tubuh.

Tekno Liputan6.com menelusuri aplikasi Body Temperature Diary di Google Play Store dan menginstalnya di smartphone, aplikasi tersebut tidak bisa menjadi sebuah termometer untuk mengukur tubuh, apalagi hanya dengan menempelkan sidik jari di layar.

Sebenarnya, si pembuat aplikasi Body Temperature Diary pun sudah menuliskan di bagian disclaimer yang ada Google Play Store.

"Aplikasi ini dibuat untuk menjadi buku harian yang baik untuk (mencatat) suhu badan dan nadi Anda. (Aplikasi ini) tidak mengukur suhu dan nadi tubuh Anda," demikian tulisan disclaimer dari si pengembang aplikasi.

Perlu diketahui, aplikasi Body Temperature Diary ini hanya berfungsi untuk merekam suhu tubuh yang sudah diukur dengan termometer pribadi milik pengguna. Pengguna bisa meng-input suhu badan mereka secara manual ke kolom yang disediakan, kapanpun mereka mau.

Kemudian, aplikasi menyediakan menu diagram, yang memperlihatkan grafis suhu tubuh pengguna yang sudah dicatatkan manual tadi.

Aplikasi kemudian akan menganalisis statistik suhu tubuh pengguna yang sudah dicatatkan. Aplikasi ini juga memberikan informasi, berapakah suhu badan yang normal.

Jika suhu tubuh di bawah 35 derajat Celcius, pengguna mengalami hypothermia. Sementara, jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat, pengguna mengalami demam atau hyperthermia.

Selain itu, berdasarkan penelusuran Tekno Liputan6.com di aplikasi ini, tidak ada menu ukur suhu tubuh menggunakan sidik jari.

Pembuat pesan berantai menyesatkan pengguna dengan menambahkan gambar muka aplikasi yang memperlihatkan tanda sidik jari di layar. Padahal, di aplikasi sendiri, menu tersebut tidaklah ada.

Perlu diketahui juga, smartphone tidaklah bisa mengukur suhu tubuh manusia, jika tidak dilengkapi dengan termometer tubuh.

Termometer tubuh ini berbeda dengan yang dimiliki smartphone, karena sensor suhu di smartphone berfungsi untuk mengukur suhu komponen dan baterai agar perangkat tetap aman.

Kemudian dalam artikel CNNIndonesia berjudul "Ahli Respons Aplikasi Termometer Tangkal Corona di Ponsel" pada 5 Maret 2020, dijelaskan bahwa aplikasi smartphone untuk pendeteksi tubuh, tidak benar-benar mengukur suhu tubuh.

Pengukur suhu tubuh lewat aplikasi di handphone (hp) ini kerap dicari sebagai alternatif instan pengganti termometer konvensional di tengah wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Sebab, demam adalah salah satu gejala terinfeksi virus corona selain batuk dan sesak napas.

Hal ini diungkap terkait dengan beredarnya aplikasi termometer di smartphone. Aplikasi ini menawarkan pengukuran suhu tubuh pengguna hanya dengan menempelkan sidik jari di layar ponsel. Namun, bagaimana dengan akurasi pengukur suhu tubuh ini? Benarkah ia bisa mengukur suhu tubuh pengguna?

"Tidak, itu (aplikasi termometer) hanya untuk lucu-lucuan," kata pengamat gadget dari Gadtorade, Lucky Sebastian saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/3).

Sebab, layar ponsel tidak memiliki sensor khusus untuk mengukur suhu permukaan ponsel. Sebab, pengukuran suhu tubuh pengguna mesti diukur dengan sensor khusus. Sensor ini bisa berupa inframerah atau sensor khusus yang bisa disentuh oleh pengguna.

Alih-alih, aplikasi ini hanya akan mengecoh pengguna agar bisa menampilkan iklan sebanyak-banyaknya, tanpa benar-benar memberikan pengukuran suhu yang akurat.

Menurutnya, untuk bisa mengukur suhu tubuh seseorang, aplikasi termometer perlu dihubungkan dengan alat bantu yang dirancang khusus.

"Harus menggunakan alat bantu. Ada peralatan medis yang bisa disambungkan ke port USB ponsel dan aplikasinya," sambungnya.

Kesimpulan

Informasi tentang aplikasi pendeteksi tubuh Body temperatur diary tidak benar-benar bisa mendeteksi suhu tubuh. Aplikasi pendeteksi suhu bisa mengukur suhu tubuh seseorang, jika aplikasi itu dihubungkan dengan alat bantu yang dirancang khusus. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami