CEK FAKTA: Disinformasi Polisi Pukul Mahasiswa Demo Tolak TKA Sampai Tewas

CEK FAKTA: Disinformasi Polisi Pukul Mahasiswa Demo Tolak TKA Sampai Tewas
CEK-FAKTA » MAKASSAR | 9 Juli 2020 11:54 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah video yang memperlihatkan seseorang pria terkulai lemas dengan luka pada bagian wajah. Video tersebut diklaim sebagai mahasiswa yang mengikuti demo menolak Tenaga Kerja Asing (TKA).

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Achid Keiko berasal dari kanal YouTube yang berjudul "Polisi pukul mahasiswa hingga tewas".

Pemilik akun juga menambahkan narasi, "Demo Menolak TKA..."

disinformasi polisi pukul mahasiswa demo tolak tka sampai tewas

Kominfo

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim mahasiswa tewas karena dipukul polis saat demo tolak TKA. Melalui reverse image, foto identik ditemukan pada artikel yang dimuat Tribunnews.com dalam artikel berjudul "Kader GAM Dikroyok Saat Demo BST di Wakatobi, Ini Kata Panglima GAM"

disinformasi polisi pukul mahasiswa demo tolak tka sampai tewas

©2020 Merdeka.com/Tribun

Artikel tersebut berisi;

Panglima Gerakan Aktivis Makassar (GAM), Muh Ilyas angkat bicara terkait tindakan represif terhadap seorang kadernya yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian dan Satpol PP di Kabupaten Wakatobi.

Seperti diketahui, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Barisan Orator Masyarakat Kepton dan Koalisi Parlemen Jalanan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Wakatobi.

Massa aksi menuntut adanya transparansi anggaran dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 2.

Sayangnya, aksi tersebut berujung pada bentrok antar tim pengamanan aparat kepolisian juga satpol PP bersama massa aksi.

Satu massa aksi sekaligus Koordinator Lapangan dan merupakan kader GAM, Emen Lahuda menjadi korban tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian dan Satpol PP.

Atas hal tersebut, Muh Ilyas mengatakan mengutuk tindakan oknum kepolisian dan Satpol PP tersebut.

"Saya selaku Panglima Gerakan Aktivis Mahasiswa mengutuk tindakan aparat kepolisian atas tindakan represif yang dilakukan terhadap salah satu senior saya dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Emen Lahuda," tuturnya saat mengubungi Tribun Timur, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, tindakan tersebut mengancam sistem demokrasi yang dianut oleh negara Indonesia.

"Secara garis besar, tindakan ini tentunya dapat mengancam sistem demokrasi dalam menyampaikan aspirasi di bumi Nusantara ini," jelasnya.

Ia pun mengatakan akan mengimbau seluruh kader-kader agar secepatnya melakukan konsolidasi sebagai bentuk solidaritas.

"Akan saya instruksikan kader-kader untuk segera bangun konsolidasi," jelasnya.

Kesimpulan

Klaim video mahasiswa tewas karena dipukul polisi saat demo tolak TKA keliru. Faktanya pria tersebut adalah anggota Gerakan Aktivis Makassar (GAM).

Pria tersebut adalah korban tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian dan Satpol PP saat aksi menuntut adanya transparansi anggaran dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Wakatobi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami