CEK FAKTA: Disinformasi Video Mobil Lewati Kolong Truk Dalam Kecepatan Tinggi

CEK FAKTA: Disinformasi Video Mobil Lewati Kolong Truk Dalam Kecepatan Tinggi
CEK-FAKTA | 26 Juni 2020 12:02 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar video sebuah mobil melewati kolong truk trailer. Video tersebut beredar di media sosial Facebook dan Twitter. Dalam video terlihat mobil dalam kecepatan tinggi, kemudian mengganti jalur dengan melewati kolong truk.

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, video tersebut adalah disinformasi. Dalam artikel Snopes.com berjudul "Did This Car Evade Police By Swerving Under a Moving Truck?" pada 22 Juli 2019, dijelaskan bahwa video tersebut bukan video asli, melainkan hasil desainer grafis Dionisis Sakas untuk halaman Instagram 2NCS.

This video was originally posted to the 2NCS Instagram page on July 18, 2019. The accompanying caption didn’t provide any additional information about where and when this video was allegedly taken. Rather, it was attached to a series of hashtags, including #3d, #animation, and #autodesk (which refers to 3D design software).

2NCS also posted a video to YouTube that gave a little glimpse at how this video was created. While viewers may have deduced that the car in the viral video was digitally created, we were surprised to learn that the truck, too, is a 3D render

Berikut terjemahannya:

Awalnya video ini diunggah oleh akun Instagram 2NCS pada 18 Juli 2019. Namun judulnya tidak ada informasi tambahan tentang di mana dan kapan video ini diduga diambil. Meski begitu, video ini dilampirkan dengan serangkaian tagar, termasuk #3d, #animation, dan #autodesk (yang mengacu pada perangkat lunak desain 3D).

2NCS juga memposting video ke YouTube yang memberikan sedikit gambaran bagaimana video ini dibuat. Sementara penonton Youtube mungkin menyimpulkan bahwa mobil dalam video viral ini dibuat secara digital, kami terkejut mengetahui bahwa truk itu juga adalah render 3D.

Kesimpulan

Video sebuah mobil yang berhasil melewati kolong truk dalam kecepatan tinggi adalah disinformasi. Video tersebut dibuat dengan menggunakan perangkat desain 3D.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami