CEK FAKTA: Fakta Sebenarnya Soal Isu Jual Hasil Swab Palsu di Bus

CEK FAKTA: Fakta Sebenarnya Soal Isu Jual Hasil Swab Palsu di Bus
Tes antigen acak. ©CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP
CEK-FAKTA | 29 Juli 2021 12:57 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Sebuah video memperlihatkan wanita berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) dengan narasi jual hasil swab di bus seharga Rp90.000 beredar di media sosial. Video yang viral itu disebut terjadi di wilayah Lampung Selatan.

Terlihat seorang wanita mengenakan APD berwarna putih dan berkerudung hitam membagikan surat hasil tes swab dan KTP kepada seluruh penumpang bus sembari menarik uang sebesar Rp. 90.000.

Unggahan video tersebut dilengkapi dengan narasi, "Viral...Bisnis Hasil Swab Palsu di Dalam Bus, Rp90 Ribu Per Orang".

wanita berpakaian apd diduga jual surat bebas covid 19 di bus
Twitte@Capres Abadi

Penelusuran

Dalam artikel merdeka.com, polisi bergerak menelusuri video tersebut. Hasil penyelidikan dilakukan polisi terungkap bahwa peristiwa yang terjadi tak sesuai dengan narasi video tersebut.

"Itu video sepotong," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (27/7).

Edwin mengatakan, peristiwa itu terjadi di KM 33 Rest Area Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (23/7) kemarin. Berdasarkan penyelidikan, tindakan itu prosedur karena pemeriksaan surat hasil rapid antigen Covid-19 dijalankan sesuai aturan.

"Bahwa benar, klinik Assalam Medical Centre 3 pada hari Jumat melaksanakan pemeriksaan rapid antigen terhadap penumpang bus yang akan menyeberang ke Merak melalui pelabuhan Bakauheni," kata dia.

Menurut Edwin, klinik Assalam Medical Centre 3 memang membuka jasa rapid tes antigen Covid-19 di lingkungan Rest Area Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

"Jadi benar mereka melaksanakan rapid antigen, bukan menjual surat palsu, yang diduga palsu untuk menyeberang ke pulau Jawa," jelas dia

Dalam prosesnya, masyarakat yang belum memiliki surat keterangan bebas Covid-19 dapat menggunakan jasa klinik tersebut dengan biaya Rp90 ribu. Mereka dapat turun dari bus dan melaksanakan swab, kemudian tinggal menunggu selama 10 menit di kendaraan dan kemudian hasilnya diantarkan oleh petugas. Apabila para penumpang ditemukan adanya yang reaktif atau positif, maka penumpang tersebut dipanggil dan diarahkan oleh petugas agar tidak melanjutkan perjalanan

"Jadi videonya itu setengah. Nggak sepenuhnya ditampilkan. Ditambah lagi dalam video itu, perempuan itu terkesan takut. Jadinya terkesan membenarkan itu jual beli antigen," Edwin menandaskan.

Edwin mengatakan, pihaknya akan memeriksa pengambil video tersebut. Penyidik pun telah mengantongi identitasnya untuk dimintai keterangan.

"Ini dia orang Jambi. Kita akan segera periksa," Edwin menandaskan.

Kesimpulan

Video seorang wanita menjual hasil swab di dalam bus seharga Rp90.000 adalah keliru. Faktanya, pihak polisi sudah membantah adanya kejadian tersebut. Dijelaskan Wanita dalam video tersebut sedang membagikan kartu kepada penumpang yang memang sudah menjalani tes swab antigen sebelum naik bus. Bukan menjual kartu hasil tes palsu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami