CEK FAKTA: Hoaks, AS Tolak Vaksin Booster Karena Menimbulkan Infeksi Hati

CEK FAKTA: Hoaks, AS Tolak Vaksin Booster Karena Menimbulkan Infeksi Hati
Ilustrasi vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech dan Moderna. ©Reuters
CEK-FAKTA | 3 Desember 2021 16:01 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar pesan di aplikasi WhatsApp yang menyebut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menolak pemberian suntikan vaksin dosis ke-3 atau vaksin booster merek Pfizer kepada warganya. Karena bisa menyebabkan infeksi pada hati.

Berikut isi pesan:

Kenapa pemerintah NKRI mau memaksakan suntikan vaksin kepada anak-anak dibawah 12 tahun dan orang tua diatas 65 tahun….???

Bahkan pemerintah Indonesia juga akan memaksakan suntikan vaksin booster dosis ke #3 kepada publik…???

Sedangkan Food and Drug Administration (FDA) US sudah menolak suntikan Pfizer booster dosis ke #3 di MERIKA karena “terbukti” meningkatkan potensi dan mengakibatkan infeksi berat pada hati (severe heart infections), heart failure and deaths (kematian)…!!!

hoaks as tolak vaksin booster
Antara

Penelusuran

Melansir dari artikel ANTARA, secara resmi FDA mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech sebagai vaksin dosis ketiga (booster) pada September 2021.

Pada peluncuran awal vaksinasi booster, individu berusia 65 tahun ke atas harus diprioritaskan, bersama dengan orang berusia 18-64 tahun yang berisiko tinggi menderita infeksi parah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kemudian mengeluarkan pedoman bahwa penerima vaksin Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson diizinkan untuk mendapatkan suntikan booster dari yang merek yang berlainan dengan vaksin awal yang diterima.

Sementara, American Liver Foundation bekerja sama dengan Global Hepatology Society menganjurkan agar semua pasien dengan penyakit hati menjalani vaksin.

Selain itu, tidak ada data yang menunjukan vaksin Covid-19 menyebabkan hal yang merugikan seperti penolakan organ tubuh atau autoimun.

Dari data tersebut, pasien yang memiliki penyakit hati sekalipun dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi dan tidak ada data yang menunjukan vaksin Pfizer menyebabkan infeksi hati.

Narasi yang beredar di WhatsApp menyalahartikan kata "hearth" sebagai hati, yang semestinya adalah jantung. "Heart inflammation" yang disebut sebenarnya merupakan risiko inflamasi pada jantung.

Namun, risiko inflamasi jantung juga dibantah dalam sebuah studi yang diterbitkan pada Nature, Oktober 2021. Studi itu menyatakan risiko vaksin Covid-19 Pfizer terhadap peradangan jantung sangat rendah.

Kesimpulan

Suntikan vaksin dosis ketiga vaksin Pfizer menimbulkan infeksi hati adalah kabar bohong atau hoaks. FDA telah mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech sebagai vaksin booster pada September 2021.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.antaranews.com/berita/2560905/hoaks-amerika-serikat-tolak-vaksin-booster-pfizer-karena-timbulkan-infeksi-hati

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami