CEK FAKTA: Hoaks Diskon Tarif Listrik Didapat dari Bank Dunia

CEK FAKTA: Hoaks Diskon Tarif Listrik Didapat dari Bank Dunia
CEK-FAKTA | 7 April 2020 17:02 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Informasi tentang gratis listrik dan diskon listrik dibiayai dengan utang dari Bank Dunia beredar di media sosial. Jumlah utang yang ditulis mencapai Rp 5 triliun. Informasi tersebut diklaim dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

hoaks diskon tarif listrik didapat dari bank dunia

Kominfo

"Listrik Gratis dan Diskon Yang Diberikan Negara Dibiayai dengan utang dari Bank Dunia sebesar 5 Triliun yang harus dibayar ke depan dengan uag rakyat juga Kini kami juga tengah berjuang mencri bantuan dan pinjaman ke negara-negara Islam di Timur tengah agar kebutuhan pangan rakyat du tengah wabah segera bisa terpenuhi".

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, ditemukan artikel dari situs Kominfo.go.id berjudul "[HOAKS] Pernyataan Menteri Keuangan RI Terkait Listrik Gratis dan Diskon" pada 6 April 2020. Dalam situs Kominfo.go.id, dijelaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari menegaskan jika Informasi yang beredar mengenai subsidi tersebut dari pinjaman Bank Dunia sebesar 5 Triliun adalah hoaks. Beliau menuturkan bahwa listrik dan diskon yang diberikan dalam rangka penanganan dan penanggulangan Covid-19 bersumber dari APBN 2020.

Dana tersebut diperoleh dari relokasi dan refocusing anggaran APBN 2020 dan difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan sumber sah lainnya.

Kemudian dalam akun Instagram resmi Kementerian Keuangan RI, @kemenkeuri, dijelaskan bahwa diskon tarif listrik dari anggaran APBN 2020.

"Mulai April 2020, 24 juta pelanggan 450 VA dan 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi mendapat keringanan membayar tagihan listrik rumah tangganya selama 3 bulan. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Pemerintah menambahkan anggaran Rp3,5 T dalam APBN 2020 untuk diskon tarif listrik. Diskon tarif ini diberikan sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19."

Kesimpulan

Informasi tentang diskon dan gratis tarif listrik dari dana utang Bank Dunia adalah tidak benar. Pemerintah menambahkan anggaran Rp3,5 T dalam APBN 2020 untuk diskon tarif listrik. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami