CEK FAKTA: Hoaks Dua Surat Wasiat Teroris Makassar dan Mabes Polri Rekayasa

CEK FAKTA: Hoaks Dua Surat Wasiat Teroris Makassar dan Mabes Polri Rekayasa
foto dua surat wasiat teroris. Facebook
CEK-FAKTA | 6 April 2021 15:17 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Foto dua surat wasiat teroris beredar di media sosial. Banyak yang menduga bahwa dua surat memiliki kemiripan itu hanya rekayasa. Foto tersebut beredar di media sosial Facebook.

"Ngapa mirip yaakk surat nyaa," tulis pengunggah foto surat tersebut.

Kemudian salah satu pengguna Facebook mengomentari foto surat wasiat tersebut.

"Rekayasanya kompak."

"Hurufnya ko bisa sama ya."

"Dari segi tulisannya, gw nyimpulin surat wasiat palsu itu ditulis dengan tangan yg sama."

foto dua surat wasiat teroris
Facebook

Penelusuran

Penelusuran merdeka.com, informasi dua surat wasiat teroris rekayasa adalah tidak benar. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Analisis Kemiripan Surat Wasiat Bomber Makassar dan Penyerang Mabes Polri" pada 4 April 2021, dijelaskan bahwa kemiripan surat kemungkinan karena kesamaan mentor kedua pelaku.

Surat wasiat yang ditinggalkan ZA (25) pelaku penyerangan ke Markas Besar (Mabes) Polri dan L pelaku bom bunuh diri di Makassar memiliki banyak kemiripan. Pengamat terorisme Al Chaidar menilai, kemiripan itu dimungkinkan karena kesamaan mentor kedua pelaku.

Isi surat wasiat keduanya hanya memiliki sedikit perbedaan kata. Namun intinya sama. Menurutnya, ini mengindikasikan seolah sudah ada template bagi pelaku untuk menulis surat wasiat sebelum melakukan aksi teror.

"Konsepnya bisa didikte oleh mentornya yang sama yang berperan sebagai ulama organic kekerasan," kata Chaidar ketika dihubungi merdeka.com, Minggu (4/4).

Dia meyakini, otak di balik aksi teror ini telah mempersiapkan hal-hal kecil. Termasuk surat wasiat yang harus disiapkan pelaku sebelum melakukan serangan teror.

"Ulama organic kekerasan inilah yang mempersiapkan hal hal kecil yang perlu dalam sebuah serangan amaliyah," jelasnya.

Pakar terorisme dari UIN Jakarta, Zaki Mubarok memandang, kemiripan surat antara ZA dengan L karena salah satu di antara mereka menyadurnya. Apalagi setelah insiden bom di Gereja Katedral, Makassar, surat yang ditulis L banyak beredar di sosial media.

"Bisa jadi si ZA itu tinggal copy paste saja. Tidak semua pelaku aksi teror bisa buat testimoni, ketika dia menemukan contoh dan dianggapnya cocok untuk mengekspresikan suara hatinya maka ditiru saja surat wasiat itu," kata Zaki.

Namun bila ZA tidak pernah melihat dan membaca surat yang ditulis L, maka memunculkan banyak spekulasi. Ada kemungkinan pihak lain yang sengaja mempersiapkan surat tersebut untuk ditulis ZA.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menyampaikan terkait latar belakang pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar hingga jaringan kelompok terorismua. Bahkan, peristiwa tersebut disinyalir berkaitan dengan aksi teror di Mabes Polri.

"Berdasarkan fakta yang didapat, surat wasiat pelaku penyerangan Mabes Polri mencontoh surat wasiat yang ditulis oleh pelaku bom suami istri di Makassar, seperti meminta maaf ke keluarga dan jangan pakai bank. Ini adalah hasil proses radikalisasi oleh radikal intoleran terorisme melalui media sosial," kata Boy Rafli di Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/4).

Kesimpulan

Informasi dua surat wasiat teroris rekayasa adalah hoaks. Kemiripan surat kemungkinan karena kesamaan mentor kedua pelaku, atau salah satu pelaku menyadur surat pelaku lainnya.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami