CEK FAKTA: Hoaks Foto Perempuan Uighur yang Dizalimi dan Berdoa Datangkan Corona

CEK FAKTA: Hoaks Foto Perempuan Uighur yang Dizalimi dan Berdoa Datangkan Corona
CEK-FAKTA | 20 Maret 2020 17:51 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Sebuah foto menampilkan dua perempuan, foto perempuan yang pertama mengenakan baju berwarnah merah, kemudian foto kedua menampilkan seorang perempuan yang lehernya bergantung rantai dengan diikatkan batu bata. Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Andi MFirzan ALbugis mengunggah foto dan dibagikannya ke grup Portal Balikpapan, pada 19 Maret 2020.

Foto tersebut diklaim sebagai perempuan Uighur yang dizolimi kemudian berdoa mendatangkan azab Virus Corona baru (Covid-19).

Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Mashaa Allah Virus Corona Azab Allah SWT Asbab Do'a Wanita Islam Oighur Yang DiZholimin..

Alkisah seorang pria Banglades mimpi bertemu sosok virus Corona. Virus Corona bercerita dia hadir atas do'a seorang wanita islam oighur yang dizholimin. Maka Allah SWT mengirim saya untuk mengajab pelakuya. Sekarang kau mau kemana tanya orang Banglades itu, saya mau ke negara Iran, karena disitu banyak yang melecehkan Al quran dan Sahabat Nabi Muhammad SAW. Setelah ke Iran sang virus akan ke India, soalnya disana juga banyak penganiayaan terhadap orang Islam. Orang Islam yang tidak menjaga sholat 5 waktu juga merupakan incarannya. Dari berbagai sumber.Semoga kita orang Islam bisa menjaga sholat 5 waktu , bagi pria berjemaah dimasjid dan selalu menjaga wuhdu, aaamiin."

Penelusuran

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tersebut dengan menggunakan dua foto sebagai bahan penelusuran melalui Google Image.

Hasil penelusuran foto pertama wanita mengenakan baju warna merah mengarah pada artikel dengan judul "Fatimah Aynur" perempuan Uighur yang disiksa China, benarkah?" yang dimuat situs antaranews.com, pada 22 Desember 2019.

Berikut isinya.

"Foto perempuan yang menggunakan baju merah dan disebut sebagai "Fatimah Aynur" itu bukanlah foto korban seperti narasi yang disebut akun Twitter.

Foto model berbaju etnis Uighur itu merupakan hasil karya Melwan Turaq dalam merespons tren video transformasi kecantikan dalam 100 tahun yang sempat populer pada 2017.

Kantor Berita China, Xinhua, pada 19 Juli 2017 telah mempublikasikan foto itu dalam situs daringnya Xinhuanet dengan judul "100 Years of Uygur Beauty in 2 minutes". Artikel itu memuat foto serta video transformasi fesyen perempuan etnis Uighur dalam 100 tahun terakhir."

Situs antaranews.com mengungkapkan foro wanita berbaju merah dan mengenakan busana etnis Uighur adalah foro hasil karya Melwan Turaq, untuk mengulas transformasi fesyen perempuan etnis Uighur dalam 100 tahun terakhir. Keterangan situs antaranews.com bersumber dari Kantor Berita China, Xinhua, pada 19 Juli 2017.

Foto tersebut sebelumnya diklaim sebagai Fatimah Aynur, perempuan Uighur yang disiksa China.

Cek Fakta Liputan6.com kemudian menelusuri artikel berjudul "100 Years of Uygur Beauty in 2 minutes" yang dimuat situs xinhuanet.com, pada 19 Juli 2017.

Dalam situs tersebut menampilkan foto yang identik dengan foto yang diunggah Facebook Andi MFirzan ALbugis.

situs xinhuanet.com memberikan keterangan foto sebagai berikut.

"In the 1910s, Uygur females wore Etles silk chapans and long dresses. Women with high social status were dressed in long Etles silk dresses for social events. They also wore gorgeous headwear and necklaces, and long trousers inside the dress. The trousers legs were embroidered with golden patterns."

Berikut terjemahanya.

"Pada 1910-an, wanita Uighur mengenakan chapan sutra Etles dan gaun panjang. Wanita dengan status sosial tinggi mengenakan gaun sutra panjang Etles untuk acara sosial. Mereka juga mengenakan headwear dan kalung yang cantik, serta celana panjang di dalam gaun. Celana panjang itu disulam dengan pola emas."

Berdasarkan keterangan foto situs xinhuanet.com menyebutkan, foto tersebut merupakan gaya busana perempuan Uighyur pada 1910-an.

Dalam artikel dengan judul "Fatimah Aynur" perempuan Uighur yang disiksa China, benarkah?" yang dimuat situs antaranews.com, pada 22 Desember 2019, juga mengulas foto kedua pada klaim yang menampilkan seorang perempuan yang lehernya bergantung rantai dengan diikatkan batubata.

Berikut isinya.

"Sementara, foto kedua merupakan lukisan tentang pengikut komunitas Falun Gong yang dipandang sebagai ancaman ideologis oleh pemerintah China sejak 1999.

Mengutip situs The Epoch Times, media yang menyebarkan berita-berita China yang bebas dari sensor, lukisan tersebut merupakan karya Qin Xin, sebagai seorang praktisi Falun Gong. Dalam artikel berjudul "Art Decrying Chinese Persecution Makes Manhattan Debut" pada 16 November 2012, The Epoch Times mencerikan lukisan itu.

Lukisan itu dipamerkan dalam eksebisi seni internasional Zhen Shan Ren (Toleransi Kasih Sayang) pada 2012 dengan judul "Determination under Persecution"."

Situs antaranews.com menyatakan, foto tersebut merupakan lukisan tentang pengikut komunitas Falun Gong yang dipandang sebagai ancaman ideologis oleh pemerintah China sejak 1999.

Foto tersebut juga digunakan sebagai klaim Fatimah Aynur, yang diklaim perempuan Uighur yang disiksa China.

Penelusuran dilanjutkan ke artikel berjudul "Art Decrying Chinese Persecution Makes Manhattan Debut" yang dimuat situs theepochtimes.com, pada 16 September 2016.

Dalam artikel situs theepochtimes.com menampilkan foto yang identik dengan foto yang diunggah akun Facebook Andi MFirzan ALbugis.Foto tersebut diberikan keterangan.

"Determination Under Persecution" by Qing Xin at the Zhen Shan Ren Art Exhibition at the Waldorf Astoria on Sept. 16"

Terjemahan sebagai berikut.

"Lukisan tersebut berjudul penentuan di bawah penganiayaan karya Qing Xin. Lukisan dipamerkan dalam eksebisi seni internasional Zhen Shan Ren pada 16 September."

Kesimpulan

Foto yang diklaim sebagai perempuan muslim Uighur, yang doanya dibalas azab Virus Corona barum tidak benar, foto tersebut sebelumnya juga digunakan dalam klaim Fatimah Aynur, yang disebut-sebut perempuan Uighur yang disiksa China.

Foto pertama merupakan model busana perempuan Uighur pada 1910-an, sedangkan foto kedua merupakan lukisan tentang pengikut komunitas Falun Gong. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami