CEK FAKTA: Hoaks Informasi Coretan di Dinding dan Tiang Sebagai Kode Pencurian

CEK FAKTA: Hoaks Informasi Coretan di Dinding dan Tiang Sebagai Kode Pencurian
CEK-FAKTA | 4 Mei 2020 13:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beredar kembali informasi tentang coretan sebagai kode perampokan di sekitar rumah warga. Informasi tersebut beredar di media sosial Facebook dan WhatsApp. Salah satunya akun Facebook Gus Zakki Al-Hafidz. Informasi tersebut disertakan gambar sebuah tanda berwarna putih di tiang.

hoaks coretan kode pencurian

Facebook/Gus Zakki Al-Hafidz

"Sekedar informasi, PENTING!
Kalau Anda menemukan tulisan atau coretan di dinding, tembok, tiang telpon, dan sejenis tiang-tiang lainnya, langsung saja dihapus atau memblok tulisan atau coretan tersebut. Karena ada indikasi maling-maling atau rampok yang mengincar rumah Anda.
*cross merah : ada penjaga.
*cross putih : tidak ada penjaga.
*PA : posisi aman.
*24 : indikasi jam-jam aman melakukan aksi (02.00-04.00 pagi).
*strong : lokasi aman untuk melakukan aksi.
#Mohon di share kepada RT/RW dan lingkungan Anda.
Ditambah lagi jaman sekarang ada modus "manusia gerobak" dengan kedok tukang sampah atau pemulung yang sering lewat perumahan dan ternyata mengintai rumah kita. Semoga bermanfaat, salam kuper."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah tidak benar. Informasi serupa pernah tersebar pada tahun 2015 dan 2016, dengan narasi dan gambar yang sama.

Dalam artikel detik.com berjudul "Mabes Polri: Informasi Soal Kode dan Sandi Pelaku Kejahatan Tidak Benar" pada 1 Mei 2016, dijelaskan bahwa kode perampokan yang tersebar adalah tidak benar.

Divisi Humas Mabes Polri menyatakan, informasi pesan berantai yang menyebutkan soal kode dan sandi pelaku kejahatan, tidak benar. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

"Itu tidak benar. Tidak ada hal tersebut dan itu hanya bertujuan untuk menimbulkan keresahan dalam masyarakat," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada detikcom, Minggu (1/5/2016).

Tetapi Boy mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan ke polisi apabila ada hal-hal yang mencurigakan.

Terkait informasi yang menyebutkan adanya kejahatan modus 'manusia gerobak', Boy Rafli mengatakan hal itu bisa terjadi.

"Hal itu bisa saja berpura-pura sebagai pemulung, pelaku menyamar. Karena memang selalu saja ada pihak-pihak yang mencari penghasilan dengan lakukan kejahatan," pungkasnya.

Terkait kejahatan dengan modus manusia gerobak, ini memang pernah terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat beberapa bulan lalu. Para pelaku berpura-pura sebagai pemulung, mencuri peralatan musik di rumah musisi grup Band 'Padi', Piyu.

Kemudian pada 15 Oktober 2015, artikel Kompas.com berjudul "Polisi Pastikan Pesan Berantai Kode Pencuri "Hoax"" dijelaskan bahwa pesan berantai kode para pencuri adalah palsu (hoax).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal memastikan pesan berantai kode para pencuri adalah palsu (hoax). Sebab, kepolisian tidak pernah mengeluarkan pesan berantai tersebut.

"Enggak ada itu," kata Iqbal kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada sehingga tidak terjadi tindak pidana berupa pencurian ataupun perampokan di rumah mereka.

"Tetapi, upaya cegah setiap saat ada. Jangan membuka kesempatan terhadap pelaku," kata Iqbal.

Kesimpulan

Informasi dan pesan berantai tentang kode yang dibuat oleg para pencuri adalah tidak benar. Informasi tersebut juga pernah tersebar pada 2015 dan 2016. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami