CEK FAKTA: Hoaks Kabar Puluhan Hotel di Bali Dijual Terimbas Wabah Corona

CEK FAKTA: Hoaks Kabar Puluhan Hotel di Bali Dijual Terimbas Wabah Corona
CEK-FAKTA | 6 April 2020 16:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Informasi penjualan hotel-hotel mewah di Bali beredar di media sosial Facebook, Twitter hingga WhatsApp. Informasi tersebut menyebutkan ada 47 hotel berbintang di Bali di jual karena pandemi virus corona.

Salah satunya Hotel Bintang 5, Pullman Kuta sebesar 60 persen Saham dengan harga Rp 1.500 triliun.

Penulusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tentang penjualan hotel di Bali adalah tidak benar. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Asosiasi: Kabar Puluhan Hotel di Bali akan Dijual Tidak Benar" pada 5 April 2020, dijelaskan bahwa tidak ada hotel berbintang di Bali yang dijual.

Ketua Bali Hotel Association (BHA) I Made Ricky Darmika Putra mengatakan tidak benar informasi yang beredar melalui sejumlah media sosial yang menyebutkan puluhan hotel berbintang di Pulau Dewata akan dijual karena terdampak pandemi COVID-19.

"Mengenai informasi hotel-hotel di Bali yang akan dijual tersebut, sudah banyak dibantah dari pihak hotel, sehingga informasi itu tidak benar," kata Ricky di Denpasar, Minggu (5/4).

BHA merupakan asosiasi general manager hotel berbintang 4 dan 5 seluruh Bali dan memiliki 168 anggota hotel dengan 32.000 kamar dan 46.000 karyawan. Dia tidak memungkiri saat ini hampir rata-rata hotel di Pulau Dewata ditutup sementara karena mengutamakan imbauan pemerintah tentang keselamatan yang utama dan tetap aman.

"Dalam situasi global seperti sekarang, kami benar-benar mengutamakan imbauan pemerintah, ditambah dengan larangan pemerintah yang memeriksa WNA masuk ke Indonesia serta imbauan supaya masyarakat untuk tetap tinggal dulu di rumah," ujar general manager Santrian Group itu.

Hal tersebut, sangat mempengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik ke Bali. Saat ini, hampir semua hotel dan restoran di Bali ditutup sementara untuk satu hingga dua bulan ke depan, sekalian melihat situasi terkini.

Jika ada beberapa hotel yang masih terbuka, dengan minimum okupansi di bawah 10 persen dan restoran tutup lebih awal dari biasanya. Dia berharap, semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa situasi ini segera pulih.

Sementara itu, Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, I Made Ramia Adnyana mengatakan, informasi soal puluhan hotel di Bali yang akan dijual itu merupakan hoaks. "Contohnya saja hotel H Sovereign Bali, yang masuk dalam daftar informasi hoaks itu. H Sovereign Bali tidak sedang dalam kondisi dijual. Kami masih buka, walaupun ada wisatawan hanya 5-10 kamar," ujar Ramia yang juga GM hotel H Sovereign Bali itu.

Kesimpulan

Informasi puluhan hotel berbintang di Bali dijual adalah tidak benar. Selama pandemi virus corona, sejumlah hotel di Bali ditutup sementara, dan tidak ada yang dijual. (mdk/dan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami