CEK FAKTA: Hoaks Kampus STAN Ditutup Karena Isu Radikalisme

CEK FAKTA: Hoaks Kampus STAN Ditutup Karena Isu Radikalisme
CEK-FAKTA | 10 Agustus 2020 21:25 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Informasi penutupan kampus STAN selama empat tahun beredar di media sosial Facebook. Informasi itu menyebutkan bahwa kampus STAN ditutup karena isu radikalisme di kampus tersebut.

hoaks isu radikalisme di stan

Kominfo

"Gara2 isu radikalisne di kampus STAN, maka selama 4 tahun kedepan kampus itu di tutup dan tidak menerima mahasiswa baru. Rupanya sekarang mahasiswa yg rajin shalat dan pengajian di Masjid dianggap pemerintah sebagai embrio radikalisme shg membahayakan keamanan negara Semakin kacau saja nih pemerintah main tuduh2 saja.

#bubarkanPKIperjuangan"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi penutupan kampus STAN karena isu radikalisme adalah hoaks. Dalam artikel detik.com berjudul "Beredar Kabar Kampus STAN Tutup karena Radikalisme, Ini Faktanya" pada 6 Agustus 2020, dijelaskan bahwa kampus STAN tidak menerima pendaftaran mahasiswa baru karena khawatir penyebaran Covid-19.

Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto menegaskan bahwa informasi mengenai kampus yang ditutup tidak benar adanya.

Apalagi membawa-bawa isu radikalisme sebagai alasan utamanya. Dia menegaskan bahwa info tersebut sudah pasti salah.

"Kalau ada yang mengarahkan bahwa ditutup, sudah pasti tidak benar dan tidak berbicara dalam konteks punya otoritas untuk membicarakannya. Apalagi kalau itu dikaitkan dengan alasan radikalisme. Sudah pasti salah," ungkap Rahmadi kepada detikcom, Kamis (6/8/2020).

Rahmadi sendiri mengatakan bahwa pendaftaran mahasiswa baru STAN ditutup karena kekhawatiran penyebaran COVID-19 pada saat seleksi mahasiswa baru. Pendaftaran ditutup hanya untuk tahun ini, bukan 4 tahun seperti postingan yang beredar.

Dia mengatakan proses seleksi mahasiswa baru bisa menimbulkan kerumunan. Maka dari itu, pihaknya saat ini sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru, yang minimal dibuka tahun depan.

Di sisi lain, dia mengatakan ada perubahan komposisi kebutuhan sumber daya manusia di dalam tubuh Kementerian Keuangan akibat virus Corona. Soal kebutuhan sumber daya manusia ini masih didiskusikan jumlahnya oleh Kemenkeu. Maka dari itu, STAN tidak membuka pendaftaran.

"Kemudian, akibat COVID-19, ada perubahan komposisi kebutuhan SDM sehingga angka-angka yang sudah disiapkan pra pandemi COVID-19 tidak valid. Saat ini sedang dilakukan diskusi mendalam di Kemenkeu untuk memastikan kebutuhan tersebut," ungkap Rahmadi.

Kesimpulan

Informasi kampus STAN ditutup karena isu radikalisme adalah hoaks. Kampus STAN sementara tidak menerima pendaftaran mahasiswa baru karena kekhawatiran penyebaran Covid-19 pada saat seleksi mahasiswa baru.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami