CEK FAKTA: Hoaks MUI Keluarkan Fatwa Halal Lengserkan Presiden Jokowi

CEK FAKTA: Hoaks MUI Keluarkan Fatwa Halal Lengserkan Presiden Jokowi
CEK-FAKTA | 9 Juli 2020 14:53 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar sebuah foto Presiden Jokowi yang diklaim halal dilengsengkan sesuai fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Foto tersebut diunggah akun Facebook Radikal Bin Intoleran kemudian dibagikan ke grup INDONESIA BERSUARA, pada 7 Juni 2020. Dalam foto Presiden Jokowi terlihat logo halal MUI dan foto tersebut bertuliskan "JOKOWI HALAL DILENGSERKAN".

hoaks mui keluarkan fatwa halal lengserkan presiden jokowi

©2020 Liputan6.com

Unggahan foto tersebut bernarasi; "MUI mengeluarkan fatwa"

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim MUI mengeluarkan fatwa halal lengserkan Presiden Jokowi. Dilansir dari Liputan.6.com, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyatakan, MUI tidak mengeluarkan fatwa halal untuk melengserkan Presiden Jokowi dan MUI mengakui pemerintahan yang sah.

"Masalah pilkada dan pilpres saya rasa diselesaikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan di MK persoalannya sudah selesai. Jadi sudah tidak ada masalah," kata Anwar saat berbincang dengan Liputan6.com.

Anwar yang terkejut mendengar dan melihat foto tersebut yakin, klaim foto MUI mengeluarkan fatwa halal untuk melengserkan Presiden Jokowi adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Saya tidak yakin ada orang MUI yangg melakukan hal tersebut karena sikap MUI sudah jelas mengakui pemerintahan yang sah," tuturnya.

Dia menilai logo halal yang ditempel pada foto tersebut tidak tepat. Logo halal hanya dicantumkan pada makanan dan minuman.

"Dan coba perhatikan stempelnya. Masak stempel halal MUI. Ya tidak tepatlah. Stempel MUI tidak seperti itu. Kalau untuk masalah halal ya itu. Tapi halal menyangkut makanan dan minuman," tutupnya.

Kesimpulan

Klaim MUI mengeluarkan fatwa halal melengserkan Presiden Jokowi adalah hoaks. Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menyatakan, MUI tidak mengeluarkan fatwa halal untuk melengserkan Presiden Jokowi. Klaim tersebut adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami